/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 19:20 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Baru-baru ini, SBY melalui akun Twitter resminya @SBYudhoyono, bercerita bahwa ia bermimpi naik kereta bareng Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. 

Lantaran mimpinya itu berdekatan dengan pemilihan presiden (pilpres) 2024, sejumlah pengamat pun ramai menafsirkan arti mimpi SBY tersebut. 

Puan Maharni, misalnya, menyebut bahwa mimpi SBY merupakan suatu pertanda baik. Anak dari Megawati Soekarnoputri itu mengatakan bahwa mimpi SBY itu menjadi tanda membangun bangsa dan negara itu harus bersama-sama, guyub, dan adem ayem.

Sedangkan Presiden Jokowi sendiri, yang sosoknya ada di alam mimpi, menyebut bahwa mimpi SBY itu sebagai mimpi baik.

Namun, pendapat berbeda diberikan oleh pengamat politik Rocky Gerung. Ia justru menyebut bahwa mimpi tersebut sesungguhnya menunjukkan bahwa SBY sedang dilanda kegelisahan. 

Dalam tayangan YouTube Rocky Gerung Official, Rocky Gerung menilai bahwa SBY sepenuhnya menyadari kondisi negara yang saat ini tidak aman.

"SBY bawah sadarnya adalah keadaan sekarang itu kok tidak aman ya, kok tidak damai ya. Jadi sebetulnya itu yang namanya psikologi terbalik dari SBY. Dia merasa ada yang tidak nyaman dan tidak aman ada perpecahan ada konflik, lalu dia upayakan itu diselesaikan secara sublimatif," jelas Rocky Gerung.

Memimpikan Megawati Soekarnoputri, menurut Rocky Gerung, artinya sosok elite politik ini tak hanya memikirkan soal rekonsiliasi. Rocky Gerung juga menilai bahwa SBY ingin kestabilan politik dalam negeri.

"SBY menulis itu (mimpi) dengan pendalaman, dengan kegelisahan batin. Itu terbaca dan kegelisahan itu justru yang dia ingin pupuskan lewat mimpi," ungkap pengamat politik ini.

Baca Juga: Gelagat Aneh Panji Gumilang: Bikin Kontroversi, Ogah Diinvestigasi dan Tolak Ketemu MUI

Load More