Tudingan korupsi terhadap bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, masih santer diberitakan. Namun, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksanya.
Belakangan, diduga bahwa KPK merasa kesulitan untuk memeriksa mantan gubernur DKI Jakarta itu. Hal ini dikatakan oleh Andy F Noya dalam tayangan di YouTube Anies.
Kepada Anies Baswedan, wartawan senior itu mengatakan bahwa pimpinan KPK pernah mengadu kepada Mahfud MD soal kesulitannya memanggil Anies Baswedan.
“Pak Mahfud Menkopolhukam pernah mengatakan dia didatangi oleh pimpinan KPK dan pimpinan KPK itu mengadu bahwa dia atau lembaganya dalam kesulitan karena setiap kali hendak memanggil Anda untuk diperiksa kemudian isunya jadi meledak, meletup di masyarakat kemudian dianggap ini politisasi,” kata Andy F Noya.
Sehingga kata Andy, anggota KPK itu harus mundur lantaran mereka tidak berani mereka memeriksa Anies Baswedan. Mereka menilai bahwa Anies Baswedan adalah sosok yang sudah masuk di dalam ring untuk kontestasi Pilpres 2024.
Tudingan itu pun langsung dibantah oleh Anies Baswedan. Ia menyebut bahwa dirinya percaya bahwa KPK sudah bekerja sesuai prosedur dan profesionalitas.
“Saya rasa KPK bekerja dengan profesional, KPK bisa memanggil siapa saja di negeri ini dan kita sudah saksikan itu selama hampir 20 tahun usia KPK,” katanya.
Lebih lanjut, Anies Baswedan menyebut bahwa ia mempercayai bahwa KPK bekerja menggunakan prinsip-prinsip tata kelola yang benar mengikuti aturan hukum yang benar.
Baca Juga: Segini Perbedaan Harga dan Waktu Tempuh Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan Kereta Biasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik