Beredar kabar yang menarasikan bahwa Anies Baswedan diseret petugas gabungan karena mengancam Presiden Joko Widodo.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 327 ribu pengikut bernama PINTER POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 1 Juli 2023.
"VIRAL ~ BERANI ANCAM JOKOWI, ANIES BASWEDAN BERAKHIR BEGINI ~ BERITA TERBARU" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (4/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"UPDATE TERKINI
ANCAM PENJARAKAN JOKOWI
APARAT GABUNGAN SERET PAKSA ANIES BASWEDAN"
Namun begitu, apakah benar Anies Baswedan diseret petugas gabungan karena mengancam Presiden Jokowi?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Anies Baswedan diseret petugas gabungan karena mengancam Jokowi.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Anies mengancam Jokowi.
Baca Juga: Kerap Kalah di Sumbar, Pesan Megawati ke Kader PDIP di Tanah Minang: Jangan Hilang Semangat
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan bahwa Anies Baswedan diseret petugas gabungan karena mengancam Jokowi.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'UPDATE TERKINI, ANCAM PENJARAKAN JOKOWI, APARAT GABUNGAN SERET PAKSA ANIES BASWEDAN' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Jokowi Banting Tulang 'Jualan' IKN: Promosi ke Warga Singapura hingga Australia
-
Cek Fakta: Denny Sumargo Berhasil Bujuk Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan Rujuk
-
Kompak Kenakan Batik, Jokowi Nikmati Jamuan Makan Malam Bersama PM Australia di Sydney
-
Dulu Diklaim Anies Kelas Internasional, Kini Pemerintah Sebut JIS Pasti Ditolak FIFA Jadi Venue Piala Dunia U-17
-
Denny Indrayana Sentil Jokowi Harusnya Cawe-cawe Hentikan Moeldoko: Berhenti Begal Demokrat
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Jangan Sampai Kehabisan! Promo Indomaret Terbaru April Banyak Diskon Besar & Beli Gratis
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?
-
Siswa SMP Islamic Center Siak Meninggal Kena Ledakan Senapan 3D saat Ujian Praktik
-
Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Langsung Didatangi Kedubes Iran
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle