Beberapa waktu lalu, viral jemaah haji asal Makassar bernama Suarnati mengenakan perhiasan emas seberat 180 gram saat pulang dari Tanah Suci.
Dalam banyak video yang beredar, tampak Suarnati memamerkan perhiasan yang terdiri dari kalung, cincin, dan gelang saat baru turun dari pesawat.
Gegara video viralnya tersebut, Bea Cukai Makassar pun turun tangan dan memeriksa Suarnati di kediamannya.
Setelah dicocokkan, terungkap bahwa perhiasan yang dikenakan Suarnati bukanlah emas, melainkan barang imitasi yang dibeli seharga Rp 900 ribu.
Dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @lambe_turah, seorang petugas Bea Cukai Makassar menjelaskan bahwa Suarnati telah menunjukkan perhiasan emas yang dipakainya di video viral tersebut.
"Sudah kami cocokkan juga dengan video dan kesimpulan kami itu memang barang atau perhiasan yang sama pada saat dia datang dari Jeddah menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar," katanya.
Disebutkan bahwa Suarnati membeli perhiasan emas imitasi tersebut saat menjalankan ibadah haji.
"Iya, dan yang bersangkutan menyampaikan bahwa benar barang itu dibeli dari luar negeri dan imitasi. Kurang lebih harganya Rp 900 ribu, jadi di bawah Rp 1 juta," ucapnya.
Dengan harga tersebut, maka perhiasan Suarnati dipastikan tidak akan dikenakan pajak bea masuk dan pajak barang impor.
Baca Juga: e-Pasir Stockpile Terpadu di Lumajang Diresmikan sebagai Pembayaran Pajak Berbasis Digital
Sejumlah warganet pun langsung meramaikan kolom komentar di unggahan tersebut. Tak sedikit yang merasa kena prank lantaran mengira bahwa perhiasan tersebut adalah emas asli.
"Ibu ini bahagia dengan caranya sendiri, dia ga korupsi, dia ga ngerugiin orang lain juga. Yang jelas gw bahagia ibu ini udah nge-prank," komentar warganet.
"Bea cukai kena prank," tulis warganet.
"Bea cukai seperti singa gurun pasir kehilangan mangsa," sindir warganet.
"Ibuuu semoga ntar kebeli yang asli ya Bu," warganet mendoakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara
-
3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie Dinialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel