Legenda hidup sekaligus pelatih kepala Barcelona, Xavi Hernandez, mengungkapkan kejutannya atas intensitas dan pelanggaran taktis yang ditunjukkan oleh Arsenal saat mengalahkan juara LaLiga dengan skor 5-3 dalam pertandingan persahabatan sepak bola di Los Angeles pada hari Rabu.
Robert Lewandowski dan Raphinha mencetak gol untuk memberi Barcelona keunggulan, tetapi Arsenal berhasil membalas dengan gol-gol dari Bukayo Saka, Kai Havertz, dan dua gol dari Leandro Trossard, yang membuat Barcelona kalah.
"Saya terkejut dengan intensitas pertandingan ini. Bagus untuk para penggemar, tetapi tidak begitu menyenangkan bagi para pelatih," ungkap Xavi dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari ESPN.
"Pertandingan ini naik turun. Kami bisa melihat bahwa Arsenal berada di bawah performa kami [di pramusim]. Namun demikian, kami juga kurang tajam dalam pertahanan," lanjut mantan pemain timnas Spanyol ini.
"Ada aspek positif dan negatif. Saya berbicara dengan Mikel Arteta setelah pertandingan, dan saya merasa pertandingan ini seakan-akan pertandingan Liga Champions dengan intensitas yang mereka tunjukkan."
"Intensitas seperti ini tidak lazim untuk ukuran pertandingan persahabatan, tapi saya mengerti bahwa semua orang ingin meraih kemenangan. Bagi kami, ini adalah pertandingan persahabatan pertama kami, dan banyak pemain kami masih mengalami masalah kesehatan."
Ketika ditanya tentang intensitas pertandingan yang luar biasa, Xavi menambahkan, "Itu bukan masalah kami, melainkan lebih pada Arsenal. Intensitas yang mereka tunjukkan tidak lazim untuk pertandingan persahabatan, terutama dalam hal pelanggaran taktis."
"Semua orang ingin berkompetisi, tetapi perlu diingat bahwa ini adalah pertandingan persahabatan. Mereka bermain dengan tingkat intensitas yang tinggi. Kami menganggap pertandingan ini serius, tetapi faktor kalahnya lebih disebabkan oleh perbedaan ritme dan tingkat ketajaman dalam bermain."
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, setuju bahwa pertandingan tersebut berlangsung sangat kompetitif, namun bukan hanya timnya yang berperan dalam intensitas tersebut.
Baca Juga: Dukungan Jokowi kepada Prabowo Subianto Makin Jelas, Kerap Kunker dan Bertemu di Istana
"Pertandingan persahabatan ini sangat kompetitif," ucap Arteta.
"Sepakbola tergantung pada para pemain, dan setelah tekel pertama dari Barcelona dan gol pertama mereka, ritme permainan pun berubah," lanjut pelatih Arsenal tersebut.
"Bermain di depan 70.000 penonton tentu memberikan motivasi tambahan bagi pemain, namun terkadang saya merasa bahwa itu memang terlalu berlebihan untuk pertandingan persahabatan."
Berita Terkait
-
7 Fakta Evan Dimas Darmono: Dulu Wonderkid Timnas Indonesia, Nasibnya Kini Bikin Ngelus Dada
-
Tawari Kylian Mbappe dengan Bayaran Triliunan, Siapa Pemilik Klub Al Hilal?
-
Lagi Jumpa Pers, Pesepak Bola Wanita Ghizlane Chebbak Malah Ditanya Isu LGBT
-
Warga AS Mulai Kagumi Lionel Messi Usai Cetak Gol Perdana untuk Inter Miami
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
Suatu Malam bersama Tiga Peronda Misterius
-
Adu Gengsi 56 Klub Terbaik Tanah Air, Kejurnas Antarklub Basket U16 & U18 2026 Resmi Dimulai!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Serial Anime RE:BEL ROBOTICA Resmi Diumumkan, Berlatar Shibuya Tahun 2050
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil