Masker Facekini makin populer sejak ramai digunakan di China sebagai antisipasi suhu panas.
Melansir Guardian, suhu panas naik di negara itu naik di atas 35C (95F) dan suhu permukaan tanah yang melonjak setinggi 80C di beberapa bagian.
Sehingga untuk melindungi diri, penduduk di negara itu menutupi diri mereka dengan Facekini agar tidak terbakar.
Facekini adalah masker wajah penuh dengan lubang dibagian mata dan hidung untuk melindungi tubuh dari suhu panas di negara itu.
Mereka juga menggunakan penutup lengan dan topi bertepi lebar dan jaket ringan yang terbuat dari kain tahan UV.
Saat ini, penjualan produk tersebut kini meningkat.
"Dibandingkan dengan sebelum pandemi, dua atau tiga tahun yang lalu, tahun ini jauh, jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Volume penjualan pasti meningkat pesat tahun ini," kata seorang penjual, yang menyebutkan nama belakangnya sebagai Wang, yang bekerja di sebuah toko yang menjual topi.
Selain China, kostum penutup tubuh atau produk pelindung matahari juga populer di negara-negara tetangga seperti Korea Selatan.
Mereka khawatir cuaca panas dapat menyebabkan penyakit kulit dan bintik hitam.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Rasendriya Albinakhlah Sumbang Emas Pertama Kota Solo di Porprov XVI/2023 Jateng
Pada hari Rabu, televisi pemerintah Cina menunjukkan turis mengambil swafoto di Pegunungan Flaming di Xinjiang, di mana termometer setinggi 12 meter menunjukkan suhu permukaan waktu nyata 80 derajat Celcius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Tak Mau Imbang, Adam Alis Ingin Persib Bandung Menang atas Persijap
-
Dapat Beasiswa Malah Bikin Onar, 3 Pelajar Sudan di Pringsewu Diciduk Imigrasi Bandar Lampung
-
Mauricio Souza Bangga Persija Jakarta Pecahkan Rekor Poin
-
Uang Rp1 M Disimpan di Kardus, Ini Siasat Abah Jempol Kelabui Korban Seleksi Akpol
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks Cetak Gol dan Masuk Tim Terbaik Bundesliga
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya