Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap terduga pelaku tindak pidana terorisme berinisial DE di Bekasi, Jawa Barat.
Pelaku terduga teroris DE ditangkap di kediamannya sendiri, di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Blok B7, RT 07, RW 27, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat
Adapun barang bukti yang disita yakni senjata api rakitan beserta ratusan amunisi. Polisi menduga DE terafiliasi dengan kelompok teroris ISIS.
Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Ichwanul Muslimin menyatakan, DE merupakan karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Dia karyawan BUMN, di PT KAI," ujar Ichawnul kepada wartawan.
Pelaku disebut merupakan pendukung Negara Islam di Irak dan Suriah atau NIIS yang aktif melakukan propaganda di media sosial.
Terkait hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI buka suara perihal karyawannya yang diduga sebagai teroris.
EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan pihaknya menghargai proses hukum yang sedang berjalan dan akan mendukung berbagai upaya dalam memberantas praktik Terorisme.
"Kami siap bekerja sama dengan pihak berwenang terkait isu tersebut," ujar Agus Dwinanto dalam keterangannya, Senin (14/8/2023).
Baca Juga: Perangkat Katalis Kendaraan dari BRQ Bantu Penghematan BBM Tekan Polusi Udara
Agus juga mengatakan, PT KAI tidak menoleransi tindakan yang bertentangan dengan Hukum, terlebih pada kasus terorisme.
Manajemen KAI kata Agus akan menindak secara tegas karyawannya jika terbukti terlibat dalam kasus terorisme.
"Manajemen KAI akan menindak tegas karyawan jika terbukti terlibat dalam kasus teroris," ucap Agus.
"KAI berkomitmen untuk turut memberantas kejahatan terorisme di lingkungan perusahaan dengan terus mengingatkan seluruh jajaran mengenai integritas dan nasionalisme, serta melakukan peningkatan pengawasan oleh fungsi terkait," sambungnya.
Sebelumnya, Karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berinisial DE yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ternyata pendukung jaringan terorisme ISIS.
Terduga disebut secara aktif berperan melakukan propaganda di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
Terkini
-
IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah
-
Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell
-
Menjual Nama Halte ke Parpol: Terobosan PAD atau Politisasi Ruang Publik?
-
Cerita Fisioterapis Persib Gerlando Santos Terpikat Bandung, Ngaku Betah dan Ingin Menetap
-
Tayang Paruh Pertama, Varietas The Great Guide 3 Pilih Maroko dan Ethiopia
-
Waspada Korsleting, Ini 7 Cara Ampuh Mencegah Tikus Menggigit Kabel Mobil
-
Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24
-
Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting
-
Dalam Sujudku: Film Inspiratif tentang Cinta, Doa, dan Keutuhan Keluarga
-
Timnas Indonesia U-17 Gagal Total di Piala AFF, Ini Pembelaan Kurniawan