/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 22:52 WIB
Komisaris Utama PT KAI Said Aqil Siroj [YouTUBE]

Jajaran Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka suara perihal tertangkapnya satu oknum pegawai KAI terduga Teroris di Bekasi.

Komisaris Utama Said Aqil Siroj menegaskan pihaknya menyerahkan proses hukum dan tak akan mentoleransi terhadap salah satu oknum karyawan terduga teroris di Bekasi. 

"Sebagai Komut, saya memastikan bahwa PT KAI dikelola oleh Insan-insan KAI dengan sipirit keagamaan yang toleran, moderat dan mengimplementasi 'AKHLAK' sebagai nilai utama perusahaan, sebagai pedoman perilaku (individu) dan bermasyarakat," ujar Said Aqil yang dikutip Mamagini.Suara.com dari keterangannya, Selasa (15/8/2023).

Secara korporasi PT KAI kata Said Aqil dikelola oleh tenaga-tenaga profesional, memberi pelayanan terbaik pada masyarakat, budaya safety and security yang terukur.

"Karenanya KAI, salah satu BUMN berkinerja sangat baik," papar Said Aqil.

Selain itu, mantan Ketua Umum PBNU itu menuturkan penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri terhadap oknum karyawan PT KAI di Bekasi, memberi pesan serius bahwa kelompok, paham dan praktik teroris ini nyata dan dekat dengan lingkungan sekitar.

"Peringatan keras ini harus dijadikan alarm sekaligus momentum untuk bersih-bersih," kata Said Aqil.

"Terlebih, infiltrasi atau penyusupan ke berbagai lembaga, ditengarai sudah menjadi strategi kelompok teroris, apakah Jama’ah Islamiyah (JI), Jama’ah Anshoru Daulah (JAD), secara jelas dalam berbagai jejak dan pengungkapan oleh Densus 88, terafiliasi dengan ISIS," sambungnya.

Lebih lanjut, Said Aqil menyebut PT KAI akan bekerja lebih kuat lagi dengan BNPT, Densus 88 dan menyerahkan proses hukum terhadap karyawan berinsial DE, terduga teroris. 

Baca Juga: Akademisi Kritisi PP Nomor 28 Tahun 2022, Ada Beberapa Poin yang Lemah

Ia menuturkan sebagai upaya untuk menangkal infiltrasi paham teroris, KAI yang telah bekerja sama dg BNPT sejak 2021 akan memperkuat kembali "Sinergitas Pencegahan Paham Radikal Terorisme" melalui program-program yang edukatif  dan menjangkau seluruh leveling karyawan.

Menurut Said Aqil, bahwa Informasi tentang terorisme harus diketahui oleh masyarakat. Pasalnya, gerakan terorisme merupakan ancaman kejahatan sistemik yang dilaksanakan secara terstruktur dan terencana. 

"Gerakan terorisme bergulir seiring dengan perkembangan zaman, baik dilakukan oleh individu maupun kelompok teroris dengan cara gerakan secara transparan ataupun senyap. Skema kejahatan terorisme saat ini cukup beragam, baik dalam skala gerakan konvensional maupun digital," katanya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menggerebek dan menangkap satu terduga teroris berinisial DE di Bekasi pada, Senin (14/8/2023).

Pihak Densus 88 juga menggeledah rumah terduga teroris tersebut di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya, Bekasi Utara.

Dalam penggeledahan itu, Densus 88 menemukan sejumlah senjata api laras pendek dan laras panjang serta sejumlah peluru. Petugas juga mengamankan sejumlah buku hingga ponsel milik DE.

Load More