Pendakwah Gus Miftah baru-baru ini menuai kontroversi lantaran mengatakan bahwa istri yang memiliki penghasilan cenderung kurang ajar terhadap suami
Dalam video yang beredar di media sosial, Gus Miftah mulanya menjawab pertanyaan saat kajian soal seorang istri yang boleh atau tidak bekerja.
Gus Miftah mengatakan sah-sah saja bagi seorang istri yang bekerja. Namun kata Gus Miftah, dirinya melarang sang istri untuk bekerja.
"Perempuan boleh bekerja nggak Gus?', silakan. Tapi kalo saya, untuk istri saya, jangan," ujar Gus Miftah menjawab pertanyaan saat mengisi kajian, dikutip Mamagini.Suara.com dari akun Instagram @lambegosiip, Selasa (22/8/2023).
Gus Miftah lalu menjelaskan bahwa menurutnya perempuan yang diberikan nafkah setiap hari masih saja berani kepada suami. Apalagi kata dia jika seorang istri mempunyai penghasilan sendiri.
"Karena saya mikir begini, Pak, istri itu dinafkahi tiap hari saja masih berani sama suami, apalagi punya penghasilan sendiri..wah," kata dka.
Unggahan video ceramah Gus Miftah tersebut langsung dibanjiri berbagai komentar netizen yang tak setuju dengan pernyataan Gus Miftah. Pasalnya kata netizen tak semua perempuan berani dengan suami meski sudah dinafkahi.
Bahkan ada yang menyebut pernyataan Gus Miftah sangat menganut budaya patriarki.
"Budaya patriarki yang meresahkan, perempuan kalau berilmu dia pasti bisa nempatin posisi di rumah tangga walaupun punya penghasilan sendiri. Laki laki emang sebagai imam tapi bukan berati lebih istimewa dari istri, semua dalam posisi sama,mitra hidup yang punya hak dan kewajiban yang sama," ucap akun @jus*****.
"Suami juga merasa ngasih nafkah suka semena mena," kata akun @poe*****.
"Nggak gitu konsepnya pak tergantung setiap istri jangan disamaratakan," kata akun @del****.
"Patriarki sih,"@_mel****.
"Jauh jauh dari ulama patriarki modelan Gus Miftah ini amit-amit," kata akun @sak****.
"Mosok? terlalu mendiskreditkan wanita," kata netizen.
"Ga semua perempuan kurang ajar lho. ini sama saja gus miftah menyamaratakan semua cewek itu kurang ajar," papar netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Cara Berbeda John Herdman Bangun Timnas Indonesia Menuju Piala AFF 2026
-
Kata-kata Bojan Hodak Usai Antarkan Persib Bandung Hat-trick Juara Liga 1
-
Blackout Sumatera: Omzet Pedagang Turun, Warga Keluhkan Alat Elektronik Rusak
-
Polda Riau Klarifikasi soal Dana Rp300 Juta untuk Renovasi Rumah Dinas Kapolda
-
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Ukir Rekor Abadi di Liga Utama Indonesia
-
Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal
-
5 Obat Penumbuh Rambut Terbaik di Apotek, Solusi Rontok dan Botak
-
Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks
-
Avatar The Last Airbender Season 2 Tayang Juni 2026, Intip Sinopsis dan Daftar Pemainnya
-
7 Fakta Pengejaran Pelaku Pembunuhan Wanita di Yasmin Bogor: Mobil Terguling hingga Sosok Korban