Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, memiliki rencana ambisius untuk memperkuat skuad Garuda Asia dengan pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Kolaborasi dengan konsultan pelatih timnas U-17, Frank Wormuth, akan membuka peluang bagi pemain diaspora tersebut untuk mengikuti training camp (TC) di Jerman.
Keputusan ini diambil setelah Bima Sakti melakukan diskusi dengan Frank Wormuth. Dalam kesempatan tersebut, Bima Sakti mengungkapkan bahwa beberapa pemain diaspora yang bermain di Eropa akan diundang untuk mengikuti TC Timnas U-17 di Jerman.
"Oleh sebab itu kami berikan slot dua pemain, mereka akan kami beri kesempatan seminggu kami lihat, kalau memang bagus kami pertahankan kalau tidak kami ganti lagi pemainnya," kata Bima Sakti, dikutip dari Bolatimes.
Kehadiran Frank Wormuth di jajaran kepelatihan timnas Indonesia dianggap sangat membantu. Bima Sakti menyoroti manfaat pemantauan langsung yang dapat dilakukan oleh Frank terhadap pemain diaspora. Hal ini akan memungkinkan tim pelatih untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi pemain tersebut.
"Yang paling penting sekarang dengan adanya Frank, beliau akan membantu kami, yang selama ini kami hanya melihat video rekomendasi pemain saja. Tapi dengan adanya Frank bisa lihat pemainnya bermain langsung," ungkap Bima Sakti.
Pada tahap awal, Bima Sakti akan memberikan kesempatan kepada beberapa pemain diaspora yang sedang dalam pantauannya untuk berpartisipasi dalam pemusatan latihan (TC) Timnas U-17. Rencananya, setelah pertandingan uji coba melawan Timnas Korea Selatan U-17 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, para pemain akan diliburkan sejenak sebelum bergabung dalam TC di Jerman pada bulan September, usai hasil drawing Piala Dunia U-17.
Langkah ambisius Bima Sakti ini mencerminkan tekadnya untuk memperkuat skuad Timnas Indonesia U-17 dengan amunisi terbaik yang tersedia, termasuk pemain diaspora yang bermain di Eropa. Diharapkan, langkah ini akan mengangkat kualitas permainan timnas dalam persiapan menghadapi kompetisi internasional.
Berita Terkait
-
Mengapa Shin Tae-yong Memilih Kiper untuk Jadi Eksekutor Penalti di Final Piala AFF U-23?
-
Sebelum Kekalahan di Final, Erick Thohir Sempat Temui Pemain Timnas: Saya Suruh Liburan Malah Dijawab Perjuangan
-
Main Kasar tapi Lolos dari Hukuman, Pemain Vietnam Ini Jadi Buronan Fans Timnas, Akun Instagram Lenyap
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush
-
Kejagung Periksa Kajari Pagaralam, Ini 5 Fakta Sebenarnya di Balik Isu OTT
-
Sisa THR Cuma 2 Jutaan? Ini 7 HP Gaming Murah Terbaik untuk Isi Waktu Luang
-
Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya
-
Duel Cushion Viral: Somethinc vs Skintific, Mana yang Tahan Seharian Tanpa Luntur Saat Balik Ngantor
-
Lewat Statistik Akhir, Timnas Indonesia Ternyata Dominan Atas Bulgaria
-
Profil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya: Pewaris Dinasti Besar Viral Usai 'Semprot' Wakilnya Mantan Napi
-
3 Pemain Timnas Indonesia Paling Berpengaruh di Laga Kontra Bulgaria
-
7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Cekcok Soal Tarif 'Layanan' di Bandar Lampung Berujung Maut, Dua Perempuan Jadi Korban