- Pemain keturunan Indonesia-Belanda, Tony Kouwen, sedang menjalani masa uji coba (trial) di klub sepak bola Atletico Madrid.
- Ayah Tony, Toon Kouwen, seorang pengusaha besi tua, merasa bangga atas perkembangan karier sepak bola putranya.
- Keluarga Kouwen pernah hidup nomaden tinggal di karavan dan berharap prasangka negatif terhadap budaya mereka berkurang.
Suara.com - Prestasi ditorehkan salah satu pemain keturunan Indonesia, Tony Kouwen. Pemain berdarah Indonesia-Belanda itu saat ini tengah menjalani trial di Atletico Madrid.
Tony Kouwen ialah anak pertama dari pasangan Toon Kouwen dan Corrina Kouwen. Ayah Tony seorang pengusaha di bidang besi tua, sedangakn ibunya berprofesi sebagai bintang reality show.
Ayah dari Corrina diketahui lahir dan besar di Bali. Hal itu yang membuat Tony Kouwen memiliki garis keturunan Indonesia.
Bagi sang ayah, perjalanan karier sepak bola Tony Kouwen begitu membanggakan.
Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan media Belanda, Internetbode.nl, Toon mengungkap rasa bangganya atas prestasi putra pertamanya itu.
Saat itu, Tony baru mencatakan diri sebagai kiper muda di klub FC Dordrecht. Toon mengaku antusias menyaksikan langsung perkembangan sang anak di dunia sepak bola.
“Saya menantikan pertandingan-pertandingannya. Itu momen kebanggaan sebagai ayah.”
"Saya sendiri juga gemar bermain bola dan menikmati berbagai jenis memancing, baik di laut maupun memancing ikan predator," tambah Toon.
Yang tak kalah menarik dari keluarga Tony Kouwen ialah mereka pernah hidup nomaden dan tinggal di karavan.
Baca Juga: Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
Ibu Tony, Amilie Kouwen pernah membintangi reality show Bij ons op het Kamp yang tayang di RTL5 pada November 2023.
Reality show ini mengangkat cerita kehidupan komunitas warga yang hidup nomaden dan tinggal di karavan.
Biasanya komunitas warga ini tinggal di lokasi yang disebut oleh orang Belanda, Woonwagenkamp.
Woonwagenkamp merupakan sebutan untuk lokasi hunian karavan di Belanda, yang menjadi bagian dari budaya nomaden tradisional.
Di Belanda, sekitar 35.000 orang tinggal di lebih dari 1.100 kamp woonwagen. Sayangnya, komunitas ini kerap dipandang dengan prasangka negatif.
Toon Kouwen mengaku pernah merasakan diskriminasi sejak kecil. Bahkan semasa sekolah dasar, ia pernah diragukan masa depannya oleh seorang guru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Hasil BRI Super League: Kalahkan Dewa United, Persis Solo Jaga Asa untuk Bertahan
-
Akademi Persib Bandung Juara U-18, Rebut Tiket ke Soccer League All-Stars
-
Sumsel United Kampiun Edisi Pertama EPA Championship, ILeague Angkat Topi Kompetisi Lancar
-
Del Piero Puji Kenan Yildiz dan Bintang Muda Dunia: Fantasi Sepak Bola Italia Belum Mati
-
MU Putuskan Nasib Carrick, Sir Jim Ratcliffe Kasih Restu Kontrak Dua Tahun Disodorkan
-
Segampang Itu Pecundangi Liverpool: The Reds Telan 19 Kekalahan Kebobolan 52 Gol
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
-
7 Fakta Final Piala FA Chelsea vs Man City: Haaland Mandul, Kutukan The Blues
-
Kebakaran Jenggot! Menhan Israel Belingsatan Gegara Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina
-
Daftar Pemain Prancis di Piala Dunia 2026: Mewah Bikin Lawan Gemetar Jaminan Juara?