Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, telah memberikan klarifikasi terkait nasib pelatih Shin Tae-yong setelah kegagalan Timnas Indonesia U-23 dalam meraih gelar juara Piala AFF U-23 2023. Dalam pernyataannya, Sumardji memastikan bahwa posisi pelatih asal Korea Selatan tidak dipecat.
Meskipun Shin Tae-yong hanya mampu membawa Timnas Indonesia U-23 meraih posisi runner-up dalam Piala AFF U-23 2023, Sumardji menjelaskan bahwa kegagalan tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pelatih tersebut. Ia bahkan memberikan apresiasi atas perjuangan luar biasa yang ditunjukkan oleh Garuda Muda selama turnamen, meskipun menghadapi keterbatasan.
"Posisi pelatih Shin Tae-yong tidak akan terpengaruh. Saya kira tidak. Ia telah menunjukkan kinerja yang luar biasa. Ini bukan tentang membela, tetapi melihat fakta bahwa Shin Tae-yong berhasil merancang strategi yang brilian dalam kondisi pemain yang terbatas," ungkap Sumardji dikutip dari Bolatimes.
Ia menambahkan, "Ketika kita menilai Piala AFF U-23 2023, kita harus memahaminya sebagai sebuah uji coba. Prestasi yang dicapai oleh Shin Tae-yong sudah luar biasa. Dia telah berjuang dengan maksimal."
Meskipun kontrak Shin Tae-yong awalnya akan berakhir pada Desember 2023, informasi terbaru menyebutkan bahwa masa kerjanya akan diperpanjang hingga gelaran Piala Asia 2023, yang akan berlangsung dari 12 Januari hingga 10 Februari 2024.
Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia pada akhir tahun 2019, Shin Tae-yong memang belum berhasil meraih gelar apapun. Namun, Sumardji menekankan bahwa ada banyak hal positif yang perlu diapresiasi, mengingat Shin Tae-yong telah memberikan perkembangan yang positif bagi tim Merah Putih di berbagai kelompok usia.
"Kinerja Shin Tae-yong luar biasa. Saya adalah bagian dari tim ini dan saya bisa berbicara seperti ini karena saya mengenal situasinya dengan baik," tegas Sumardji.
"Ia memiliki kemampuan merancang strategi dan memberikan motivasi serta semangat kepada para pemain, termasuk semua orang di dalam tim," tambahnya.
Baca Juga: Antisipasi Peningkatan Penyakit Akibat Polusi Udara, Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI
-
Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik
-
Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan
-
Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau