Beredar kabar bohong bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga sebut nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Anies Baswedan.
Unggahan dengan muatan narasi tidak benar itu diunggah oleh akun Youtube PINTER POLITIK pada Selasa (12/9/23).
Unggahan tersebut menggunakan judul hoaks berupa narasi "kpk tangkap politikus PKB, nama cak Imin dan anies sebut sebut,1 dokumen diamankan"
Selain judul bermuatan narasi yang tidak benar, unggahan tersebut juga menggunakan thumbnail berupa gambar yang telah direkayasa dengan narasi hoaks sebagai berikut: "MENGEJUTKAN! KPK TANGKAP POLITIKUS PKB, NAMA CAK IMIN-ANIES DISEBUT-SEBUT, 1 DOKUMEN DIAMANKAN"
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan berita kredibel yang menyatakan bahwa KPK menangkap politikus PKB.
Faktanya, hingga saat ini pada Rabu (13/9/23), KPK tidak pernah menemukan bukti dokumen apapun yang berkaitan dengan Cak Imin dan Anies.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan 'KPK TANGKAP POLITIKUS PKB, NAMA CAK IMIN-ANIES DISEBUT-SEBUT, 1 DOKUMEN DIAMANKAN' merupakan narasi yang salah.
Unggahan tersebut memuat informasi hoaks dan tidak benar.
Catatan Redaksi:
Baca Juga: Konflik Pulau Rempang Makin Panas, Jokowi Minta Bahlil Turun Gunung
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Sorry AHY, Ternyata Anies Maunya Perempuan Ini Jadi Cawapres
-
PKB dan PKS Tegaskan Tak Pernah Kedepankan Politik Identitas untuk Menangkan Anies-Muhaimin
-
Bicara soal Konflik Pulau Rempang, Anies: kalau Kegiatan Investasi Justru Picu Penderitaan Perlu Ada Koreksi
-
NasDem Usul Nama Koalisi Perubahan Tidak Perlu Diganti, Sekjen PKS: Cocok Sudah
-
Alhamdulillah Pelatih Taiwan Bantu Timnas Indonesia U-23, Bocorkan Kelemahan Turkmenistan Jelang Pertandingan?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah
-
Drama Kejar-kejaran Begal di Pasuruan, Wanita Bercelurit Tertangkap Usai Dikepung Polisi
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Padang Pariaman Gelar Pacu Kudo Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Lokasinya
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
180 Derajat dengan Tasya Farasya, Sikap Tasyi Athasyia Jadi Target 'Halo Kakak Spill Skincare'