Pengamat dan analis sepak bola internasional, Ben Griffis, mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi Pratama Arhan yang kemungkinan besar hanya akan dimanfaatkan sebagai alat pemasaran meskipun bergabung dengan klub Korea Selatan, Suwon FC.
Kabar kepindahan Pratama Arhan ke Suwon FC pada Januari 2024, seperti yang dilaporkan oleh media besar Korea Selatan, Chosun, menjadi sorotan. Griffis menilai bahwa Pratama Arhan memiliki potensi untuk bersaing di Liga Jepang atau Korea Selatan, namun, ia merasa khawatir bahwa klub yang merekrutnya mungkin hanya berfokus pada aspek pemasaran.
"Bagaimana jika Arhan hanya digunakan sebagai alat pemasaran sepanjang kariernya?" tulis Ben Griffis di Twitter. Ia merasa bahwa langkah tersebut dapat merugikan perkembangan pemain muda seperti Arhan.
Menurut Griffis, klub seharusnya merekrut pemain dengan tujuan memberikan mereka kesempatan nyata untuk berkembang dalam tim. Jika klub hanya memprioritaskan aspek pemasaran, Griffis menganggap itu sebagai perlakuan yang kurang adil terhadap pemain.
"Mendatangkan pemain hanya untuk tujuan pemasaran, tanpa memberi mereka kesempatan nyata, adalah hal yang buruk," ungkap Griffis. "Mengontrak pemain untuk pengembangan dan pemasaran adalah hal yang lebih baik."
Lebih lanjut, Griffis menyoroti klub sebelumnya Pratama Arhan, Tokyo Verdy, sebagai contoh klub yang lebih mementingkan pemasaran daripada memberi kesempatan pemain untuk berkembang.
"Sepertinya Verdy tidak pernah memberinya kesempatan dan kemudian memasarkannya, itu buruk," tegas Griffis. "Verdy nampaknya tidak terlalu peduli pada pengembangan pemain, dan tampaknya ini menjadi tren di seluruh liga."
Selama bermain untuk Tokyo Verdy sejak musim lalu, Pratama Arhan hanya tampil empat kali dengan jumlah menit bermain yang sangat terbatas, hanya 225 menit
Sementara ketertarikan Suwon FC dari K League memberikan harapan baru bagi Pratama Arhan untuk membangun kembali karirnya di luar negeri, Griffis menggarisbawahi pentingnya memberikan pemain kesempatan nyata untuk berkembang, daripada hanya memandang mereka sebagai alat pemasaran.
Baca Juga: Jember Fashion Carnaval Menggebrak New York, 20 Kostum Indah Karya Desainer Indonesia Jadi Sorotan
Terkait rencana General Manager Suwon FC, Choi Soon Ho, untuk memasarkan klub ke Asia Tenggara, Griffis menekankan bahwa klub harus tetap memberikan kesempatan kepada pemain untuk berkembang secara tulus.
Keputusan Pratama Arhan untuk bergabung dengan Suwon FC akan menjadi langkah penting dalam karirnya, dan akan sangat menarik untuk melihat bagaimana klub tersebut akan memanfaatkannya dan apakah pemain muda Indonesia ini akan mendapatkan kesempatan yang layak untuk berkembang di Korea Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan