BRI Liga 1 2023/2024 terus memperlihatkan persaingan sengit di antara para penyerang, termasuk para pemain lokal yang mulai menunjukkan potensi mereka.
Di tengah dominasi pemain asing sebagai top skor sementara, ada tiga penyerang lokal yang muncul sebagai pesaing serius dalam perburuan gelar top skor.
1. Mohammad Khanafi
Penyerang Persik Kediri, Mohammad Khanafi, telah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol dalam satu pertandingan melawan Bhayangkara FC. Khanafi telah mengoleksi 5 gol dari 10 pertandingan bersama Persik Kediri di Liga 1 2023/24.
Torehannya yang impresif ini membuatnya dianggap layak untuk dipanggil ke Timnas Indonesia. Prestasinya musim ini bahkan lebih baik dibandingkan musim lalu, di mana ia hanya mencetak 4 gol selama Liga 1 2022/23.
2. Ramadhan Sananta
Penyerang muda Timnas Indonesia ini terus menunjukkan kualitasnya di Liga 1 2023/24 saat bermain untuk Persis Solo. Sananta telah mencetak 5 gol dari 10 pertandingan yang sudah ia jalani.
Prestasinya mungkin bisa lebih baik jika tidak harus absen dalam beberapa pertandingan akibat dipanggil ke Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2023 dan Asian Games 2022.
3. Stefano Lilipaly
Baca Juga: Screen Time pada Anak Maksimal Berapa Lama?
Lilipaly, pemain naturalisasi asal Belanda, telah menjadi salah satu penyerang paling konsisten sepanjang musim ini. Dia sudah mencetak 7 gol dari 14 pertandingan bersama Borneo FC di Liga 1 2023/24.
Selain gol, Lilipaly juga memberikan kontribusi signifikan dalam hal assist, dengan menciptakan 6 peluang gol untuk rekan-rekan setimnya.
Prestasi mereka di Liga 1 2023/24 membuat banyak orang penasaran apakah pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akan memanggil salah satu atau bahkan ketiganya untuk membela Timnas.
Dengan persaingan yang semakin ketat, pemain-pemain ini bisa menjadi aset berharga dalam upaya Indonesia meraih sukses di tingkat internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026