/
Selasa, 10 Oktober 2023 | 14:41 WIB
Potret kendaraan meledak di Timur Tengah, sebagai ilustrasi. (Unsplash/Jeff Kingma)

Konflik sengit antara Palestina dan Israel yang pecah pada akhir pekan lalu (7/10/2023) telah menimbulkan korban jiwa di kedua pihak, namun tak hanya itu, Warga Negara Asing (WNA) juga menjadi salah satu korban tak terduga akibat pertikaian bersenjata ini.

Melansir dari Aljazeera, laporan terbaru mengungkap bahwa WNA asal Thailand menjadi salah satu kelompok korban terbanyak sejauh ini dibanding dengan warga asing dari negara lain.

Thailand: 18 tewas, 11 ditawan

Pada Selasa (10/10/2023), Thailand mengupdate jumlah warganya yang tewas dari 12 menjadi 18, dengan sembilan lainnya terluka dan 11 ditawan.

Jakkapong Sangmanee, Wakil Menteri Luar Negeri Thailand, memberikan laporan terbaru ini dan mengatakan pemerintah sedang bekerja keras untuk mengevakuasi ribuan warga Thailand dari area konflik.

Ternyata, ada sekitar 30.000 warga Thailand bekerja di Israel, dan Jakkapong mengungkapkan bahwa sekitar 3.000 di antaranya telah meminta untuk kembali ke Thailand.

Dalam keterangan resmi, Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan pesawat angkatan udara untuk mengangkut warganya kembali ke Thailand.

Dari sekitar 30.000 warga Thailand tersebut, kebanyakan bekerja di sektor pertanian, dan sebagian besar dari mereka berlokasi di dekat perbatasan Gaza.

Menteri Tenaga Kerja Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, memberi tahu AFP bahwa sekitar 5.000 buruh migran Thailand yang bekerja di Israel berada di wilayah pertempuran. Namun, pihak Israel telah mulai memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Mengenal Tren NPC TikTok yang Disinggung Luna Maya, Benarkah Bisa Datangkan Banyak Cuan?

Konflik di Timur Tengah ini telah mengguncang banyak pihak, dan pemerintah Thailand bekerja keras untuk melindungi warganya yang terjebak di tengahnya.

Load More