Belakangan viral video seorang siswa SD membawa bekal yang tak biasa ke sekolah. Dalam kotak bekalnya, terisi nasi dan beberapa potong ulat sagu yang gendut.
Terdengar saat melihat bekal tersebut, sejumlah siswa tampak merasa jijik dengan mengeluarkan suara 'Huek!'. Sedangkan guru yang merekam kotak bekal muridnya tersebut terdengar tertawa.
"Ular ini, ular ini, kebangetan, 2023 lauknya masih ular," kata guru lelaki tersebut dalam bahasa Jawa, dikutip dari akun Instagram @terangmedia, Rabu (11/10/2023).
Namun seorang guru lain yang berdiri di depan pintu memberi pembelaan. "Enggak apa-apa, tinggi protein," sahut guru tersebut.
Ulat Sagu, Benarkah Tinggi Protein?
Meski secara bentuk cukup membuat bergidik, nyatanya ulat sagu memang tinggi protein. Serangga ini juga kerap diolah menjadi santapan di beberapa wilayah Indonesia, seperti di bagian Timur.
Berdasrkan data dari Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram ulat sagu mengandung 5,8 gram protein, 2,8 gram serta dan nutrisi lainnya seperti kalsium, zinc dan sejumlah kandungan kecil vitamin E.
Lebih lanjut, berikut beberapa manfaat makan ulat sagu untuk kesehatan.
1. Memperkuat tulang dan gigi
Baca Juga: Raffi Ahmad Kunjungi Rumah Baru Merry, Bagian Kamar Tidur Bikin Takjub
Tak cuma protein, ulat sagu kaya akan mineral penting seperti kalsium dan magnesium. Nutrisi tersebut dapat membantu memperkuat tulang dan gigi.
2. Menurunkan kadar kolesterol
Ulat sagu memiliki kandungan vitamin E dan tokoferol yang bersifat antioksidan. Sehingga berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
3. Membangun otot
Seperti yang disebutkan sebelumnya, ulat sagu memiliki kandungan tinggi protein. Protein menjadi komponen penting dalam membangun sekaligus memperbaiki sel dan jaringan tubuh, seperti tulang, otot, dan kulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026