Viral video mahasiswi bercadar di-bully sekelompok mahasiswa di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Dalam video tersebut, mahasiswi bercadar tersebut berada di dalam lift. Di depan lift, para mahasiswa itu dengan sengaja menghalang-halangi pintu lift menutup dengan cara memencet tombol di bagian luar.
Aksi para mahasiswa tersebut direkam oleh si mahasiswi, yang kemudian mengunggahnya di media sosial hingga viral.
Namun anehnya, beberapa saat setelah video tersebut viral, si mahasiswi bercadar malah mengunggah video permintaan di akun TikTok @30_Juli_2004).
"Assalamuallaikum, saya Cintria dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Parodi Tadris Bahasa Inggris, di sini saya akan mengklarifikasi terkait video yang beredar, saya ingin mengklarifikasi," ucapnya.
"Saya ingin mengklarifikasi bahwasannya pagi ini saya telah dipertemukan dengan pelaku dan pihak UIN sudah memberikan sanksi kepada pelaku berupa surat peringatan dan nasihat," lanjut mahasiswi bercadar hitam tersebut.
"Begitu pula dengan saya yang telah membuat surat pernyataan bersalah karena telah memviralkan video tersebut. Saya harap masalah ini selesai sampai di sini dengan tidak adanya rasa dendam, maupun sikap egois baik dari saya maupun pelaku, terimakasih," pungkasnya.
Sontak saja video permintaan maaf tersebut membuat warganet bingung. Dalam akun Instagram @sedangrame yang mengunggah ulang video permintaan maaf tersebut, sejumlah warganet pun mempertanyakan alasan korban meminta maaf.
Dalam kolom komentar, seorang warganet ada yang menyebut bahwa alasan permintaan maaf tersebut dibuat adalah karena salah satu pelaku adalah anak dari dosen di kampus tersebut.
Baca Juga: Dokter Richard Lee Bongkar Cara Kerja Mesin Capit, Alasan Kenapa Susah Banget Dapat Boneka dari Situ
"Lahh bukannya pelaku yang harusnya minta maaf, kok malah korban yang minta maaf," tanya warganet.
"Ya udah pasti diancem lahhhh.... karena pelaku anak dosen," kata warganet yang lain.
"Kocak, sekelas UIN malah kek gitu nanggepin kasusnya," timpal warganet yang lainnya, menyayangkan.
Berita Terkait
-
Viral Mahasiswi Bercadar Di-bully Sekelompok Mahasiswa, Warganet: Padahal Sudah Jaga Penampilan
-
Viral Sopir Bajaj Pintar Bahasa Inggris Bawa Bule, Warganet Duga Intel Lagi Pantau Demo
-
Tingkah Rauf Sehari Sebelum Dibunuh Ibu Kandung, Bocah 13 Tahun Rajin Bersih-bersih dan Suka Tidur di Atas Kandang Sapi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia