Badan sepak bola dunia, FIFA, mendapat kritik tajam atas kebisuannya terkait kekejaman yang terus dilakukan oleh Israel di Palestina. Para ahli menyebut FIFA memiliki standar ganda dalam menangani isu ini, terutama setelah FIFA dengan cepat menghukum tim sepak bola Rusia dan mengeluarkan klub-klub Rusia dari semua kompetisi UEFA sebagai respons terhadap serangan Rusia terhadap Ukraina.
Namun, FIFA dan UEFA belum mengambil tindakan apa pun terhadap Israel, meskipun serangan Israel telah menyebabkan kematian lebih dari 13.000 warga Palestina di Gaza sejak tanggal 7 Oktober.
"Ada pemain, tim, dan keluarga yang menderita akibat apa yang terjadi di Palestina. FIFA tidak mengatakan apa-apa," ungkap Simon Chadwick, profesor sport dan ekonomi geopolitik di Skema Business School dilansir dari Al Jazeera.
"Mungkin jika Palestina adalah negara yang lebih besar dan lebih berpengaruh bagi FIFA, maka FIFA pasti telah mengeluarkan pernyataan mengenai apa yang sedang terjadi," tambahnya.
Palestina dijadwalkan melawan Australia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 pada hari Selasa. Meskipun pertandingan tersebut awalnya dijadwalkan sebagai pertandingan kandang bagi Palestina, namun pertandingan tersebut dipindahkan ke Kuwait sebagai respons terhadap serangan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Berita Terkait
-
Lagi Ngelive di TikTok, Warga Palestina Ini Mendadak Dihajar Tentara Israel
-
Zaskia Adya Mecca Mendadak Ikut Long March Dukung Palestina saat Liburan di Jepang
-
Rumput JIS Lagi-Lagi Bikin Gaduh, Begini Komentar FIFA
-
Rangkuman Situasi Terbaru di Gaza: 106 Truk Bantuan Masuk, 3 Negara Siap Tengahi Gencatan Senjata
-
Jadwal 5 Pertandingan Terdekat Timnas Indonesia dari U-17 hingga Senior, November Penuh Laga Panas
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga