Bakal calon presiden 2024 Anies Baswedan, belakangan ini lagi gencar-gencarnya melakukan safari politik ke beberapa daerah.
Safari politik dengan mengunjungi lintas wilayah memang dapat mendongkrak popularitas Anies.
Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mendorong, agar Partai NasDem yang mengusung Anies tersebut agar lebih mengutamakan penguatan penguatan perubahan, ketimbang buru-buru mencari pasangan Anies.
Koalisi Perubahan itu terdiri dari tiga partai pendukung yakni Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Anies harus memprioritas penguatan soliditas erosi, seperti penguatan jaringan guna memperkuat koordinasi ketiga partai politik dari tingkat pusat hingga daerah," katanya dikutip dari Wartaekonomi.co.id jaringan Suara.com pada Minggu, (20/11/2022).
Menurut dia, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga tidak akan lari dari perselisihan ini, meski nantinya kader mereka tidak menjadi calon cawapres Anies Baswedan.
Alasannya, lanjut dia, bagi dua partai tersebut, perselisihan perubahan merupakan kesempatan terbesar, untuk nanti masuk di pemerintahan selama 10 tahun ini sebagai partai oposisi.
“Dalam perseteruan ini mereka (Demokrat dan PKS) adalah inisiator persekutuan bersama Partai NasDem,” ujarnya.
Terlebih lagi, Mantan Gubernur DKI Jakarta juga Anies telah sampaikan enggan buru-buru menentukan calon pasangan untuk di pilpres nanti. Anies berdalih menunggu pendatang baru yang bakal menambah jajaran partai liga.
Dia menilai, sikap Anies tidak terburu-buru menentukan siapa figur yang akan mengisi posisi calon wakil presiden, juga merupakan hal yang bijak.
Lebih baik menunggu terlebih dahulu, sementara melihat siapa saja calon pesaing akan maju dari perselisihan partai-partai politik lain.
"Dengan begitu, akan dapat diputuskan secara lebih matang apakah akan mencari figur dengan basis massa kuat di suatu daerah dengan jumlah pemilih besar? atau memilih figur berlatar belakang ketua umum partai dengan basis dukungan politik kuat sebagai wakil presiden yang akan mendampingi nanti?" paparnya.
Berita Terkait
-
Tak Cuma Kharisma Jati, Gibran Gercep Tanggapi Warganet Lain yang Diduga Ikut Hina Iriana Jokowi
-
Iriana Jokowi Dipuji Mirip Ainun Habibie Usai Dihina Kharisma Jati, 'Tak Ada Alasan untuk Tak Menghormatinya'
-
CEK FAKTA: Beredar Video Penghina Iriana Jokowi Diduga Kharisma Jati Sudah Ditangkap, Benarkah?
-
Fahri Hamzah Sentil Capres Aji Mumpung, Ikut Konvensi SBY sampai Ngekor Surya Paloh, Sindir Anies?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
Menakar Kontrol Sosial Masyarakat Modern Lewat Kasus Penyekapan di Bandung
-
Dari Wahana Bermain hingga Workshop Kreatif, Ini Cara Baru Isi Liburan Sekolah Jadi Lebih Bermakna
-
Tak Hanya Saat Dicuci, Pakaian Ternyata Melepaskan Mikroplastik Saat Dipakai Sehari-hari
-
Piala Dunia 2026 Dibanjiri Gol Bunuh Diri, Rekor 2018 Terancam Pecah
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Fahira Idris Desak 7 Langkah Darurat Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung
-
Ulasan Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Ritual Kuno Pengundang Petaka!
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo