Salah satu "kicauan" pengacara keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat terbukti di persidangan pekan ini, yakni tentang aliran dana senilai Rp200 juta dari rekening almarhum.
Disebutkan bahwa uang itu ditransfer dari rekening Brigadir J ke terdakwa Bripka Ricky Rizal Wibowo pada 11 Juli 2022 atau tepat pada hari almarhum dimakamkan.
Hal inilah yang dibahas lebih jauh oleh pengacara keluarga Brigadir J, Mansur Febrian, di program Sapa Indonesia Malam di kanal YouTube KOMPASTV.
Awalnya Febrian membahas soal senjata api tipe HS yang sepengetahuannya hanya dimiliki oleh Brigadir J. Namun kemudian senjata tersebut jatuh saat Sambo baru tiba di rumah Duren Tiga.
"Kalau betul itu senjata HS, karena satu-satunya yang memegang senjata HS adalah almarhum. Berarti sebelum meninggal, senjatanya sudah dirampas, dan dugaan kami dari awal jangan-jangan memang betul terjadi sebuah penyiksaan," ungkap Febrian, dikutip Suara Manado, Rabu (23/11/2022).
Dugaan adanya penyiksaan memang kerap dinarasikan pihak penasihat hukum Brigadir J meski belum jelas kebenarannya.
Terkait penyiksaan ini, menurut Febrian, bisa jadi untuk memaksa Brigadir J memberikan PIN untuk mengakses aplikasi perbankan yang kemudian ditindaklanjuti dengan adanya aliran dana ke rekening Bripka RR.
Bahkan menurut Febrian aliran dana ini adalah bukti dari adanya persekongkolan dan perencanaan pembunuhan terhadap anak kliennya tersebut.
"Penyiksaan untuk apa? Untuk meminta PIN, meminta akses daripada rekening bank. Fakta yang terjadi dalam persidangan adalah ditunjukkan adanya perpindahan uang yang selama ini dikatakan 'Wah pengacara ini penyebar hoaks, bohong, tidak mungkin bisa berpindah'," ucap Febrian.
Baca Juga: Presiden Jokowi Kirim Surat Pergantian Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa Batal Diperpanjang?
"Namun faktanya seseorang yang sudah meninggal tanggal 8 Juli tiba-tiba tanggal 11 (Juli) bisa melakukan transfer lewat inet (internet) banking. Berarti kalau melalui inet banking berarti bisa dilakukan lewat handphone," sambungnya.
Fakta ini membawa satu pertanyaan baru di benak Febrian, "Siapa yang menggunakan handphone (Brigadir J)?" tuturnya.
"Kalau misalnya yang menggunakan handphone ini ternyata Ricky Rizal, berarti persekongkolan dan kekejian ini sudah direncanakan secara matang untuk menghilangkan nyawa daripada almarhum," lanjut Febrian.
Febrian kemudian turut menyinggung besarnya relasi kuasa antara Sambo dengan para bawahannya. Sebab perwira polisi sekelas eks Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, yakni AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit, pun dinilai masih merasa terintimidasi oleh Sambo.
"Dia juga masih tengak-tengok ketika diperiksa Majelis Hakim. Dia seorang perwira lho, apalagi bawahannya. Ferdy Sambo (punya) power untuk mengintimidasi atau menakut-nakuti anak buahnya ini sangat nyata, sangat nyata relasi kuasanya," tegas Febrian.
Karena itulah, kembali Febrian mendorong Majelis Hakim untuk lebih tegas kepada para saksi, termasuk dengan benar-benar menjadikan mereka tersangka apabila terus memberikan keterangan berbelit di persidangan.
Tag
Berita Terkait
-
Misteri Transferan Rp 200 Juta dari Rekening Brigadir J, Ferdy Sambo Sebut Miliknya
-
Misteri Kematian Prada Indra: Keluarga Hanya Terima Kabar Lewat WA, Peti Tergembok
-
Perang Bintang Polri Makin Panas, Ferdy Sambo Akui Usut Dugaan Kabareskrim Terlibat Bisnis Tambang Ilegal
-
Tepis Tak Jaga Jarak dengan Istri Ferdy Sambo yang Positif COVID-19, Pengacara: Jaraknya Jauh, Tanya Saja Jaksa
-
Pegawai BNI Jadi Saksi Brigadir J, Sebut Ada Transfer Rp 200 Juta Milik Yosua Ke Ricky Rizal di Hari Pemakaman
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris