Gibran Rakabuming Raka kembali membuat lelucon lewat akun Twitternya @gibran_tweet. Putra tertua Presiden Jokowi ini diminta warganet untuk men share kuesioner.
Menariknya, kuesioner tersebut mengenai penelitian 'ghosting'. Kurang lebih pengertian ghosting adalah mengakhiri sebuah hubungan secara mendadak dan memutuskan komunikasi tanpa memberikan penjelasan apapun.
"@gibran_tweet boleh izin dan bantu share kuesioner penelitian untuk tugas akhir S1 saya kah tentang ghosting. Ini linknya ya https://forms.gle/JaDY9r8qFQAYrxVPA. Suwun ya mase kalau ke notice," kata warganet dengan nama akun Twitter @Irwan959510 dikutip pada Rabu, (23/11/2022).
Unggahan milik warganet yang di tag ke akun Twitter Gibran rupanya berbuah manis.
Walikota Solo ini juga meminta sang adik Kaesang Pangarep dengan nama akun @kaesangp untuk membantu menshare atau menyebarluaskan kuesioner milik warganet.
Bukan karena Kaesang juga populer di Twitter, tapi Gibran menyebut bahwa sang adik tersebut ahli di bidang 'ghosting' meng 'ghosting'.
"Ya pak. Tolong di forward ke @kaesangp aja sebagai ahli di bidang ini," balas akun Twitter Gibran.
"Alhamdulillah ke notice, matur nuwun. Mas @kaesangp tolong dilakukan perintah dari Bapak Walikota Solo dan anak dari Bapak Presiden RI kita ya Pak @gibran_tweet," ungkap warganet @@Irwan959510.
Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, kerap menanggapi masalah yang dialami warga lewat Twitter, khususnya warga Solo. Banyak laporan warganya yang direspon oleh Gibran, baik itu hal besar sampai dengan yang remeh seperti kehilangan helm.
Baca Juga: Gempa Susulan Cianjur Rabu Siang Ini, Begini Keterangan BMKG
Aksinya ini lantas banyak mendapat pro kontra dari warganet. Bahkan warganet meminta agar Gibran ikut dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2024 mendatang.
Salah seorang warganer dengan nama pengguna Twitter @Hendriksrtn memberikan komentar tersebut pada cuitan Walikota Solo soal warga yang kehilangan helm.
Menurut warganet ini, Ibukota Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Gibran yang bisa menanggapi apapun persoalan rakyat. Mulai dari masalah yang besar sampai hal receh, seperti kasus warga kehilangan helm.
"DKI butuh pimpinan yang mau mendengar dan peduli sama warganya," tambah dia.
Tag
Berita Terkait
-
Pengemudi Mikrotrans yang Memaki Pengendara Mobil di Jakarta Barat Dapatkan Sanksi Pemberhentian dari TransJakarta
-
Deretan Kontroversi Piala Dunia 2022, Kontra LGBT hingga Dugaan Korupsi
-
Produsen Air Minum Kemasan ALTO PHK Ratusan Karyawan, Pabrik di Cidahu Tutup
-
Jadi Utusan Khusus Presiden, Mardiono Ngaku Sudah Mengundurkan Diri Sebagai Wantimpres
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Ritual Sakral Waisak: Puluhan Biksu Jemput Air Berkah Umbul Jumprit untuk Sucikan Jiwa Manusia
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Oppo Find X9s vs Xiaomi 17: Baterai Monster Melawan Flagship Premium
-
Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?
-
Konten Kreator Aa Juju Nekat Mau Jalan-jalan ke Perbatasan Kamboja yang Identik Perdagangan Ginjal
-
Jateng Darurat Kekerasan Pesantren, Gubernur Luthfi Dorong Gerakan 'Asah-Asuh'
-
2 Rekomendasi Setrika Panasonic Andalan, Pakaian Licin Sekali Gosok
-
Mati Berkali-kali, Tetap Harus Masuk Kerja: Dilema Eksistensi dalam Mickey7
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan