Politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, kerap membuka cerita dan intrik Istana. Termasuk soal perseteruan eks Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Hal ini diungkap Panda saat bertandang di kanal YouTube Total Politik. "Ada satu drama yang terjadi pada waktu Rizal Ramli diberhentikan," ujar Panda, dikutip Suara Manado, Sabtu (26/11/2022).
Saat itu Rizal diminta menghadap Jokowi, JK, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Jokowi kemudian mengungkap niatnya untuk mencopot Rizal, yang seketika disela oleh ahli ekonomi tersebut.
"Mohon maaf Bapak Presiden, izinkan dulu saya bicara. Pak Presiden, saya memang tidak cocok dengan Bapak Wakil Presiden, tapi jangan jadi itu alasan memberhentikan saya," tegas Rizal, sebagaimana ditirukan Panda.
Bahkan Rizal tetap lantang mengatakannya kendati ada JK di ruangan yang sama. Alhasil JK semakin meradang dan langsung menyemprot Rizal saat itu juga.
"Eh begini ya Rizal, kau bukan level aku!" tukas JK.
Rizal kemudian berupaya bernegosiasi dengan meminta waktu berbicara secara pribadi dengan Jokowi selama sekitar 5-10 menit. Namun karena Jokowi masih harus menyelesaikan urusannya, Rizal pun diminta untuk menunggu di ruangan lain.
"Setelah selesai, ada dua jam lebih, datang Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) ngingetin, 'Bapak Presiden, Rizal Ramli masih nunggu di ruang sebelah'," tutur Panda.
Namun bukannya langsung menemui seperti yang dijanjikan tadi, Jokowi justru "berpihak" kepada JK. Pasalnya Jokowi kemudian bertanya kepada JK.
Baca Juga: Berani Banget, Rizal Ramli Tuding Luhut Binsar Otak Perpanjangan 3 Periode, 'Wes lah Jokowi!'
"(Jokowi bertanya) 'Terus gimana, Wapres?' (dijawab) 'Ya udahlah, kita (pergi saja)'. Ya sudah, ditinggalkan Rizal, mereka (pergi) lewat pintu lain," kata Panda.
"Jadi Jokowi pun nikmati itu. (Mereka beralasan) Kita sama-sama capek ya. Ya sudah, lari dari kiri mereka," sambungnya.
Meski begitu Panda masih sempat dimintai tolong untuk mendamaikan kedua belah pihak yang terus berseteru tersebut. Apalagi karena JK sebelumnya sempat merasa penunjukan Rizal Ramli di kursi Menko Maritim adalah upaya Jokowi untuk menyingkirkannya pelan-pelan dari kabinet.
Namun mengupayakan perdamaian JK dan Rizal ternyata tidak semudah itu. Apalagi karena mereka sudah berkonflik sejak lama, yang juga tidak lepas dari drama di kabinet periode pertama pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Bahkan Panda mengaku pernah disoraki hanya karena mengemban tugas memperbaiki komunikasi Rizal dan JK.
"Gue dihantam sama Rizal. Aku datang ke kantornya Rizal, baru keluar dari kamar (ruang kerja) dia teriak, 'Woi! Pembela JK datang'. Bayangkan, Menko, di depan staf-stafnya (bilang) 'Sudah datang pembela Jusuf Kalla'," ucap Panda.
Panda lantas mencoba bernegosiasi, namun Rizal dengan tegas meminta sang mantan jurnalis untuk tidak perlu menjembatani pihaknya dan JK.
Hal yang sama juga disampaikan oleh JK kepada Panda. "JK (juga bilang), 'Aduh Panda, dia itu pintar tapi nggak bisa mimpin'. Dua-duanya udah nggak cocok," beber Panda.
Namun perseteruan ini, dari kacamata Panda, ternyata dinikmati oleh Jokowi meski sang presiden juga sudah berusaha untuk mendamaikan keduanya.
Berita Terkait
-
Soal Audit Investigasi SP3 di Bareskrim, ISESS Sebut Jokowi Mesti Ambil Alih Jika Kapolri Tak Mampu
-
KTT G20 Dianggap Sukses, Relawan Jokowi Gelar Syukuran Akbar di GBK, Jokowi Bakal Datang
-
CEK FAKTA: Ruhut Sitompul Diciduk Polisi dan Akui Disuruh Jokowi Jatuhkan Anies Baswedan, Benarkah?
-
Berani Banget, Rizal Ramli Tuding Luhut Binsar Otak Perpanjangan 3 Periode, 'Wes lah Jokowi!'
-
Jokowi Presiden Paling Banyak Rapat, Pramono Anung: Menteri Dibuat Tak Ada Waktu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?