Presiden Joko Widodo lagi-lagi menunjukkan keberpihakan politiknya menjelang Pemilihan Umum 2024. Meski kali ini tidak gamblang menyebut nama, tetapi ciri-cirinya membuat publik mengarah kepada satu pihak tertentu.
Hal ini diungkap Jokowi ketika menghadiri Silaturahmi Akbar Relawan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (26/11/2022). Jokowi menitipkan pesan agar masyarakat cermat memilih sosok pemimpin untuk tetap meneruskan dan menyelesaikan peninggalan pemerintahannya.
"Yang sudah kita bangun harus kita jamin keberlanjutannya. Setuju?" ucap Jokowi, dikutip Suara Manado dari tayangan Breaking News di kanal YouTube KOMPASTV.
"Setuju!" sambut para relawan dengan penuh semangat.
"Inilah yang harus kita jaga bersama-sama. Bukan hanya untuk 2024, bukan hanya untuk 2029, tetapi untuk Indonesia Emas 2045 dan seterusnya," kata Jokowi.
"Karena itu jangan hanya karena kepentingan sesaat, kepentingan jangka pendek, kepentingan-kepentingan politik, kemudian lupa menjaga keberlanjutan yang telah kita mulai. Jangan lupa menjaga agar yang sudah di jalur yang tepat ini terus bisa dilanjutkan," sambungnya.
Hal inilah yang menjadi tolok ukur untuk memilih pemimpin terbaik tahun 2024. "Saya titip hati-hati, pilih pemimpin yang ngerti apa yang dirasakan oleh rakyat," tegas Jokowi yang disambut tepuk tangan hadirin.
Jokowi lantas mengungkap sejumlah kriteria pemimpin terbaik lainnya. "Pilih pemimpin yang tahu apa yang diinginkan oleh rakyat, apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang nanti hanya senangnya duduk di Istana yang AC-nya dingin," lanjutnya.
Bahkan Jokowi menekankan kriteria "suka blusukan" tersebut berkali-kali. "Jangan hanya duduk manis di Istana Presiden. Carilah pemimpin yang senang dan mau turun ke bawah, yang mau merasakan keringatnya rakyat," imbuh Jokowi.
Baca Juga: Hadiri Acara Nusantara Bersatu di GBK, Presiden Jokowi Layani Permintaan Foto Bersama Relawan
Kader PDI Perjuangan itu kemudian menegaskan ada ciri-ciri fisik yang bisa diperhatikan dari seorang calon pemimpin terbaik Indonesia. "Pemimpin yang mikirin rakyat itu dari mukanya kelihatan, dari penampilannya kelihatan," tutur Jokowi.
"Banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat. Ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua, ada itu," ucapnya menambahkan.
Perkara penampilan pemimpin yang memedulikan rakyat ini kembali diulang oleh sang mantan Gubernur DKI Jakarta. "Kalau wajahnya cling, bersih, tidak ada kerutan di wajahnya, hati-hati," jelas Jokowi.
"Lihat juga rambutnya, wah kalau rambutnya putih semua, nah ini mikir rakyat!" pungkas Jokowi.
Jokowi memang tidak menyebutkan dengan gamblang nama sosok yang dianggapnya sesuai kriteria pemimpin ideal. Namun tampaknya karakter rambut putih begitu melekat dengan salah satu sosok kandidat unggulan calon presiden 2024, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Bila membandingkan Ganjar dengan dua kandidat unggulan lain, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, maka Ganjar lah yang tampaknya paling banyak memiliki rambut putih.
Berita Terkait
-
Hadiri Acara Nusantara Bersatu di GBK, Presiden Jokowi Layani Permintaan Foto Bersama Relawan
-
Pengamat: Nasdem Awalnya Tertarik Calonkan Ganjar, Tapi...
-
Kau Bukan Level Aku!', Kata JK Saat Ramai Berseteru dengan Rizal Ramli, Malah Makin 'Dikompori' Jokowi
-
KTT G20 Dianggap Sukses, Relawan Jokowi Gelar Syukuran Akbar di GBK, Jokowi Bakal Datang
-
CEK FAKTA: Ruhut Sitompul Diciduk Polisi dan Akui Disuruh Jokowi Jatuhkan Anies Baswedan, Benarkah?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai