Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam survei terbaru Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) masih moncer.
Ganjar dalam survei tersebut masih menduduki peringkat pertama meskipun yang sudah dideklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Dalam hal ini, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menyebut bahwa Ganjar adalah sosok pemimpin yang didukung rakyat.
Faktor tersebut yang kemudian membuat elektabilitas Ganjar melintasi Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan partai.
"Itu artinya Ganjar idaman rakyat, bukan idaman bohir dan oligarki," tulis Guntur Romli melalui akun Twitternya pada Minggu (28/11/2022).
"Elektabilitas Ganjar masih moncer di puncak pasca deklarasi Anies," imbuhnya.
Diketahui bahwa dalam survei terbaru SMRC Ganjar Pranowo memperoleh 26,7 persen dalam survei terbuka bertajuk Trend Dukungan Bakal Capres pasca Deklarasi.
Pada posisi kedua, ada Prabowo Subiant dengan 18,8 persen sementara Anies Baswedan menempati urutan ketiga dengan angka 17 persen.
Soal Bohir dan Pilpres 2024
Baca Juga: Museum Transportasi TMII Kini Miliki Wajah Baru, Miliki Ruang Pamer Kendaraan Elektrifikasi
Pernyataan adanya bohir di balik dukungan para capres belakangan memang tengah marak diperbincangkan.
Istilah tersebut bermula dari pernyataan Wakil Ketua Umum (waketum) Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. Dalam hal ini, Fahri Hamzah menyebutkan bahwa belum gagalnya deklarasi tiga partai pendukung Anies pada 10 November lalu disebabkan oleh belum sepakatnya bohir atau oligarki.
"Ya ini maksudnya pembelian tiket itu pengumpulan tiket 20 persen itu bukan kerja Parpol ini kerja bandar, parpol enggak sanggup Anies Baswedan enggak sanggup," ungkap Fahri Hamzah dalam perbincangan di Adu Persektif.
"Ini deklarasi tanggal 10 November udah gagal bos, gara-gara bandar belum sepakat, duit belum terkumpul, 20 persen belum terkumpul ya gagal," imbuhnya.
Lebih lanjut Fahri Hamzah meyebutkan bahwa partai yang cukup terbebas dari bandar adalah PDI Perjuangan.
Pasalnya PDIP sudah memenuhi ambang batas 20 persen dari presidential threshold dari pemilu sebelumnya.
"Yang agak bebas dari bandar cuma PDIP, cuma PDIP enggak punya calon sendiri enggak populer, calonnya enggak dikehendaki, itu kan dilema," kelakar Fahri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Sampah Menggunung Halangi Jalan ke SDN Kedaung Kali Angke, Pramono Singgung Pola Serupa Kramat Jati
-
Kenakan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol, Febrie Adriansyah Dibawa ke Kejagung untuk Diperiksa
-
Beralih ke Mobil Listrik? Ini Panduan Cara Merawatnya agar Tetap Optimal dan Awet
-
Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
-
Singapura Siapkan Cara Khusus Matikan Mitchell Baker, John Herdman Harus Putar Otak
-
Keistimewaan Eks Jampidsus Febrie: Dari Tak Pakai Rompi Tahanan hingga Masih Digaji Negara
-
Manga The Prince of Tennis Tamat, Bab ke-477 Tutup Perjalanan 27 Tahun
-
WhatsApp Rilis Fitur '@semua' dan Polling Pintar, Solusi Akhir Drama Chat Grup yang Berisik!
-
Begini Arah Bisnis PT Pos Setelah Terbukti Poles Laporan Keuangan
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung