/
Kamis, 01 Desember 2022 | 08:10 WIB
Bharada E saat memberi kesaksian di sidang terdakwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal. ((tangkapan layar/Arga))

Sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (30/11/2022). 

Sidang tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E. Pada persidangan tersebut, Bharada E diminta untuk memberikan keterangan mengenai peristiwa pembunuhan dan sebelum peristiwa pembunhan Brigadir J. 

"Apakah ada peristiwa lain yang misalnya seperti pertengkaran PC dengan FS atau PC dengan Yosua," tanya hakim. 

Menjawab pertanyaan hakim, Richard Eliezer menceritakan soal insiden dugaan kemarahan Putri Candrawathi pada bulan Juni 2022.  Pada Juni 2022, Bharada E bercerita bahwa dia sempat berpiket bersama Brigadir J. 

"Sempat naik piket bersama almarhum, padahal almarhum kan ajudannya ibu, tapi karena Matius diminta ke Saguling jadi yang naik piket bersama almarhum," kata Bharada E. 

Setelah piket, Elizer menyebutkan bahwa mereka berada di rumah Saguling. Namun saat berada di Saguling ada kejadian tak biasa di mana Putri Candrawathi tiba-tiba turun dari lantai dua yang disusul oleh Brigadir J dengan membawa senjata.

"Abis itu ibu PC kumpulkan kita semua, [bilang] nanti Dek Matius di mobil Ibu ya, Dek Icad di mobil belakang," imbuhnya. 

Mereka kemudian memasuki dua mobil kemudian keluar ke arah Kemang, namun tak jelas tujuannya.  

"Saya sempat nanya ke almarhum mau ke mana tapi dibilang ikut saya saja dulu," kata Bharada E. 

Baca Juga: Inikah Sosok Pemimpin Berambut Putih yang Dimaksud Jokowi?

Usai hanya berputar di area Kemang, mereka kemudian berhenti ke rumah Bangka. 

"Saat mampir di kediaman Bangka ibu turun kondisinya saya lihat marah," imbuhnya. 

Selang beberapa waktu, Ferdy Sambo pulang bersama Romer dan Sadam. Menrut Bharada E, Ferdy Sambo juga pulang dengan wajah marah. 

"Pak FS masuk kayak marah juga langsung masuk abis itu almarhum bilang Cad manti Pak Elben datang, tapi karena saya di belakang pak Elben datang saya enggak lihat sama siapa," ujar Bharada E. 

Hingga kemudian Brigadir J memerintahkan agar tidak ada ajudan lain di dalam rumah kecuali dirinya dan Matius. 

"Tidak ada selain kami berdua maksudnya Matius yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka semua di luar, jadi yang di luar di belakang ada Romer, Sadam, Somad, dan ART Rifa, baru saya di depan sama Alfon sekuriti sama Farhan saya jaga di depan," imbuhnya. 

Bharada E menyebutkan bahwa sekitar satu hingga dua jam ada orang keluar dari dalam rumah, saat dibuka sosok tersebut adalah seorang perempuan yang tak dia kenal. 

"Dibuka saya lihat ada perempuan saya tidak kenal nangis dia, baru saya ih ini siapa karena saya tidak ada waktu dia datang," kata Bharada E. 

"Baru saya lihat arah dalam ada Ko Elben di depan rumah, baru habis itu perempuan itu bilang cari drivernya dia kan," tambahnya. 

Usai kejadian hari itu, Bharada E menyebutkan bahwa Ferdy Sambo menjadi lebih sering berada di rumah Saguling. 

"Semenjak kejadian itu yang mulia, Pak FS ini sudah lebih sering ke Saguling yang mulia," imbuhnya lagi. 

Load More