/
Rabu, 18 Mei 2022 | 13:28 WIB
Suara.com

Metro, suara.com- Guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Sai Wawai. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Metro membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC). 

Kepala DKP3 Kota Metro Heri Wiratno menjelaskan bahwa tugas TRC sendiri adalah memberikan edukasi kepada peternak sapi tentang PMK. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Peternakan sekitar Mei lalu. Berkaitan dengan pencegahan dan penularan PMK ini. Tanggal 11 Mei lalu kita bentuk TRC dalam rangka pengendalian penyakit itu," seperti dilansir Suaralampung Selasa (17/5/2022). 

Selain membentuk TRC pihaknya juga terus melakukan peningkatan pengawasan pada lalu lintas ternak terutama ternak yang dikirim ke Kota Metro. 

"Kita lakukan pembatasan lalu lintas ternak dan pengawasan di rumah potong hewan (RPH). Kita juga sampai sekarang masih melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan dan kelompok-kelompok ternak," jelasnya. 

Heri juga terus memberikan sosialisasi kepada sembelih hewan (Juleh) dan para penjual hewan ternak dan pedagang daging. 

"Kemudian sosialisasi ke Juleha serta belantik itu kita sosialisasi semua. Untuk daging yang beredar di pasaran semua aman. Apabila untuk lalu lintas ternak kita jalankan dengan baik," tambahnya. 

Pihaknya juga terus mengimbau para peternak  waspada terhadap gejala PMK tersebut mengingat penyakit ini menyerang hewan ternak baik ruminansia maupun non ruminansia.

"Penyakit ini terutama menyerang ternak seperti kerbau, sapi, kambing, domba, dan juga babi," imbuhnya. 

Sementara itu Kasi Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran DKP3 Kota Metro, Putri Mustika menambahkan bahwa, virus yang menyerang hewan ternak tersebut biasanya berinkubasi di dalam tubuh hewan ternak selama 1-14 hari. 

Tag

Load More