/
Selasa, 31 Mei 2022 | 11:04 WIB
suara.com

Metro, Suara.com - Anggota Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun melontarkan kritik kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) karena dianggap terlalu mudah memberikan izin perdagangan kripto.

Menurutnya Bappebti seharusnya bisa lebih selektif dan ketat dalam mengawasi perdagangan kripto sehingga melindungi nasabah dari investasi ilegal.

Rudi memberi contoh, kasus robot trading DNA Pro yang membuat nasabah rugi hingga lebih dari Rp500 miliar. Hal ini seharusnya jadi pelajaran dan batu loncatan pengungkapan investasi ilegal lain.

"Saat ini diprediksi robot trading mulai menyasar investasi aset kripto (cryptocurrency) di Indonesia. Bappebti harus menyiapkan aturan ketat, jangan sampai kecolongan," kata dia

Indonesia menurutnya  menjadi sasaran para pelaku kejahatan keuangan dunia karena dianggap masih belum melek digital. Bappebti diharapkan jadi tokoh utama dalam pengawasan ini. 

Namun demikian, ia mengaku heran lantaran Bappebti menurutnya sangat mudah memberikan izin perdagangan aset kripto, meski hingga saat ini belum ada studi mendalam terkait hal tersebut.

Ia juga menduga, koin kripto yang diperdagangkan dengan skema ponzi berkedok komunitas dan berakhir dengan perdagangan ilegal.

Sumber : Suara.com

Load More