- Sulianto Indria Putra adalah miliarder muda yang membangun kekayaannya sendiri melalui bisnis digital dan investasi.
- Kunci suksesnya adalah resiliensi bangkit dari kegagalan, literasi finansial, dan keberanian mengambil peluang.
- Ia aktif berbagi ilmu investasi gratis dan berkontribusi sosial untuk memberdayakan anak muda lainnya.
Suara.com - Di tengah hiruk pikuk media sosial yang kerap menyorot kemewahan, nama Sulianto Indria Putra mencuat sebagai fenomena.
Dikenal sebagai remaja 19 tahun asal Semarang yang pergi kuliah naik jet pribadi, ia dengan cepat mendapat julukan 'sultan' dari warganet.
Namun, di balik citra fantastis dengan taksiran aset mendekati Rp100 miliar, tersimpan kisah tentang visi, resiliensi, dan strategi bisnis yang tajam.
Artikel ini akan membedah DNA sukses seorang Sulianto Indria Putra, melihat lebih jauh dari sekadar gaya hidupnya yang viral.
Bagaimana seorang gen Z mengubah penghasilan dari hobi menjadi kerajaan investasi digital? Apa pelajaran yang bisa dipetik oleh generasi muda dari perjalanan bisnisnya yang penuh liku?
Siapa Sulianto Indria Putra?
Sulianto Indria Putra adalah mahasiswa UPH yang namanya menjadi buah bibir setelah terungkap ia rutin menggunakan jet pribadi untuk bepergian.
Tindakan ini bukan untuk pamer, melainkan solusi praktis menghindari kemacetan. Namun, sorotan utama bukanlah pada fasilitas mewah tersebut, melainkan pada fakta bahwa ia membangun kekayaannya sendiri di usia yang sangat belia.
Pada usianya yang ke-18, Sulianto telah berhasil mengumpulkan aset senilai lebih dari Rp15 miliar, sebuah pencapaian luar biasa bagi anak seusianya.
Kini, portofolio pribadinya disebut telah berkembang hingga mencapai Rp100 miliar sebelum ia genap berusia 20 tahun.
Baca Juga: Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Angka ini bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan buah dari perjalanan bisnis yang ia rintis sejak dini.
Awal Mula Perjalanan Bisnis
Jauh sebelum dikenal sebagai investor muda, Sulianto memulai langkahnya di dunia bisnis pada usia 14 tahun.
Ia memanfaatkan keahliannya di dunia digital dengan membuka jasa desain feed Instagram dan menjadi kreator konten game online. Dari usaha tersebut, ia mampu mengumpulkan penghasilan pertamanya hingga Rp15 juta.
Di saat banyak remaja mungkin akan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif, Sulianto, atas saran orang tuanya, memilih jalan yang berbeda.
Ia melihat peluang di tengah krisis. Momen penting itu datang pada tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 menyebabkan anjloknya harga saham.
Dengan modal awal Rp3,2 juta, ia mulai berinvestasi di pasar saham melalui akun orang tuanya karena usianya yang belum mencukupi.
Berita Terkait
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
-
Menemukan Ketenangan di Tengah Dunia yang Selalu Online
-
Singgung Profesionalisme: Vtuber ASN DPD RI, Sena Dapat Kritik Pedas Publik
-
Ekonomi Bahasa Gen Z! Galgah Adalah Shortcut Anti-Ribet Komunikasi
-
Asabri Beri Kesempatan Gen Z Berkarir di Industri Dapen Lewat Program Magang Nasional
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor