Metro, Suara.com-Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Korea, Gandi Sulistiyanto meresmikan Indonesia Centre yang didirikan di Busan University of Foreign Studies (BUFS), pada Kamis (2/6/2022) lalu.
Indonesia Centre ini didirikan sebagai bentuk kerja sama KBRI Seoul dan BUFS dan menjadi yang pertama di Korea Selatan.
Gandi memberikan apresiasi kepada President BUFS yang telah memberikan dukungan penuh atas pendirian Indonesia Centre ini serta berharap kehadiran Indonesia Centre di Busan ini dapat menjadi sarana mempercepat pemahaman budaya Indonesia dan mendorong kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan semakin meningkat.
“Saya yakin kerja sama budaya dapat berkontribusi pada percepatan pembangunan bagi kedua negara. Keberadaan Indonesia Centre dapat menjadi katalisator terbentuknya kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals,” ungkapnya.
Gandi juga berharap berbagai kerja sama bidang sosial budaya di Indonesia Centre dapat direalisasikan sebagai rangkaian dalam memperingati 50 tahun hubungan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan.
Indonesia Centre di BUFS ini akan dipimpin oleh Dekan Fakultas Asian Studies dan guru besar di BUFS, Yekyoum Kim sebagai Direktur. Yekyoum Kim merupakan seorang Indonesianis dan memiliki pengalaman riset dan belajar yang mendalam tentang Indonesia.
Yekyoum Kim menyampaikan berbagai program kegiatan, antara lain dengan membuka jaringan, kolaborasi, penelitian bersama antara institusi dari Indonesia dan Korea Selatan seperti universitas dan lembaga budaya, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dari kedua negara.
“Kami sangat mengapresiasi setiap usulan kerja sama dengan semangat sinergi dan gotong royong dalam membangun Indonesia dan Korea dengan bermodalkan kekayaan sosial budaya Indonesia,” ungkap Yekyoum Kim.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Presiden BUFS Hong-Koo Kim juga menyampaikan apresiasi atas dukungan KBRI Seoul yang telah mendirikan Indonesia Centre. Keberadaan Indonesia Centre menurutnya sejalan dengan cita-cita dan program BUFS yang saat ini sangat disambut baik oleh banyak negara.
“Keberadaan Indonesia Centre telah mengundang lebih banyak lagi pendirian centre-centre yang lain,” ungkapnya.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul, Gogot Suharwoto menambahkan bahwa untuk mendukung kegiatan sosial budaya dan kegiatan teknis lainnya, Indonesia Centre di dukung oleh tim sekretariat yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Busan University of Foreign Studies dan ruang sekretariat beserta perlengkapannya yang disediakan oleh BUFS.
Dalam pelaksanaannya, Indonesia Centre akan di bawah pengawasan Steering Committee yang terdiri dari KBRI Seoul dan BUFS, serta Dewan Penasehat yang dipimpin oleh Dubes Korea di Indonesia periode 2018-2020, Chang Beom Kim. Indonesia Centre di BUFS sendiri menyediakan lokasi pameran berupa buku-buku bahasa dan sastra, rumah adat dan baju tradisional, batik, peta budaya, wisata, cagar alam, panorama Indonesia, santri, dan produk UMKM Indonesia serta tour virtual situs arkeologi Trowulan dengan memanfaatkan Virtual Reality (VR).
.
Berita Terkait
-
2 WNI Masih Hilang di Perairan Jeju Korea Selatan, KBRI Seoul Pantau Pencarian
-
Penikaman hingga Gelombang Panas, KBRI Seoul Minta WNI di Korea Selatan untuk Berhati-hati
-
Tampil Anggun dengan Dress Batik ke KBRI Seoul, Selvi Ananda Tenteng Koleksi Tas Mewah Miliknya Seharga Puluhan Juta
-
KBRI: Tak Ada WNI Jadi Korban Tragedi Perayaan Halloween Tewaskan Ratusan Orang Di Itaewon
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati