Pemanfaatan cagar budaya sebagaimana amanat undang-undang pada hakikatnya adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh pemanfaatan bangunan cagar budaya yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat adalah pemanfaatan kawasan-kawasan cagar budaya sebagai kawasan pariwisata dan ekonomi seperti yang telah dilakukan di berbagai kota besar di Indonesia.
Beberapa waktu lalu Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek Hilmar Farid mengunjungi Prancis dan Belanda serta membagikan hasil observasinya di dua kawasan heritage yakni Menara Eifel di Prancis dan Museumplein di Belanda. Dua pelajaran penting yang dibagikannya adalah : Pertama dalam konteks pemanfaatan cagar budaya sejatinya penghasilan terbesar bukan berasal dari Menara Eifelnya itu sendiri tapi pada berdirinya usaha-usaha atau UMKM di sekitar Menara Eifel. Kedua, pelajaran penting yang dibagikannya adalah bagaimana Museumplein di Amsterdam menjadi ruang publik yang aktif tempat bertemunya ilmu, seni dan aspirasi. Tidak hanya soal ruangnya tapi juga publiknya yang mendapat perhatian.
Dua pelajaran penting ini memberikan inspirasi bagaimana mengembangkan cagar budaya yang ada di Kota Metro. Penulis yang juga telah beberapa kali mengunjungi dua tempat diatas sepakat dengan gagasan yang dibagikan Hilmar Farid. Bahwa ruang dan publik adalah dua hal yang sama pentingnya. Mempercantik ruang tanpa meningkatkan kapasitas publik atau orang sejatinya adalah hal yang tidak terlalu manfaat. Seperti lirik lagu kebangsaan kita Bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya.
RIS dan Ruang Publik
Rumah Informasi Sejarah yang berdiri pada 2021 lalu terus mengalami perkembangan dengan berbagai kegiatan. Hal ini berangkat dari keyakinan ketika bangunan cagar budaya hanya dijadikan museum ansih maka bangunan tersebut menjadi sepi, hanya ramai pada saat hari peringatan yang terkait dengan bangunan cagar budaya tersebut, atau memang event yang sengaja diselenggarakan oleh pengelola museum itu sendiri.
RIS kini tidak tumbuh tidak hanya sebagai tempat orang mengetahui sejarah perkembangan sebuah kota yang hanya diakses oleh segmentasi tertentu tapi mulai berkembang sebagai ruang publik untuk semua. Perlahan beragam ruang tumbuh di sekitar RIS mulai dari kedai kopi, taman, ruang belajar bersama hingga yang terbaru adalah fasilitas-fasilitas olahraga.
Mengusung semangat partisipasi dan gotong-royong dari berbagai kalangan kini RIS mulai dilirik kalangan swasta, BUMN, perbankan, politisi hingga pemerintahan.Beragam aktifitas tumbuh mulai dari diskusi, pelatihan , musik, pemutaran film, pameran, minum kopi, literasi, fotografi, videografi, komedi, potong-rambut gratis, nonton bola, makan bersama hingga shelter ojek online. Hal tersebut sejatinya menandakan mulai tumbuhnya ruang publik terbuka yang kelak mempertemukan berbagai aspirasi, kepentingan dari berbagai kalangan.
Rumah tua di pusat kota yang dulu terbengkalai kini perlahan berubah menjadi ruang berbagai aktifitas. Menggunakan terminologi KBBI revitalisasi diartikan sebagai suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital atau penting.
Ruang Publik Menuju Ruang Kreatif
Baca Juga: Dukung Perkembangan UMKM Metro, Gink Technology Gelar Sharing Pemasaran Digital
Perubahan RIS menjadi ruang publik membuka jalan menuju tumbuhnya ruang kreatif yang menghadirkan penguatan kapasitas juga potensi ekonomi bagi warga sekitarnya.Disinilah sesungguhnya letak sebuah proses revitalisasi mulai nampak memberikan manfaat. Terlebih upaya revitalisasi yang dilakukan mengusung gagasan partisipasi dan gotong-royong.
Lewat konsep ruang publik kehadiran cagar budaya juga menjadi lebih mudah untuk diperkenalkan kepada berbagai kalangan. Cagar budaya menjadi ruang perekat berbagai kalangan untuk bersama-sama memanfaatkannya sebagai ruang aktifitas bersama, ruang kreasi yang melahirkan berbagai potensi ekonomi. Pemanfaatan bangunan cagar budaya sebagai kawasan -usaha rakyat dapat dilakukan agar kawasan tersebut menjadi kawasan yang hidup dan menjadi pemicu pengembangan kawasan.
Sedikit dinaikan levelnya maka soal kemampuan pengelolaan sampah mandiri dapat menjadi nilai tambah pemanfaatan suatu kawasan cagar budaya. Keterlibatan BUMN, swasta dalam pengelolaan sampah dapat dikolaborasikan dengan pengelolaan cagar budaya dan ruang publik sebagai satu kesatuan. Pada situasi sulit semacam ini inovasi, kreatifitas dan kerja sama menjadi penting. Dengan demikian kita tidak sekedar membuat bangunan-bangunan baru yang menghabiskan anggaran lalu kembali terbengkalai.
Bila pemerintah cukup cerdas membacanya lewat konsep cagar budaya sebagai ruang publik maka sesungguhnya dua pekerjaan tengah dilakukan sekaligus yakni revitalisasi fasilitas budaya dan lahirnya creative hub. Keduanya notabene merupakan program unggulan dari Pemerintah Kota Metro. Apakah pemerintah dalam hal ini OPD-OPD yang ada cukup cerdas membacanya? Atau kita masih memerlukan lebih banyak studi tiru atau studi banding serta riset-riset fiktif lainnya hanya untuk menerjemahkan program sederhana semacam itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tips Memilih Warna Bedak sesuai Warna Kulit untuk Makeup Flawless
-
3 Kombinasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte Sesuai Undertone Kulit, Tahan 20 Jam Tanpa Crack!
-
Tekan Biaya Produksi, Pemerintah Resmi Beri Bea Masuk 0 Persen untuk Sektor Ini
-
Nabila Gardena Mendadak Viral Dikaitkan Koruptor Alwin Albar, Ini Sosoknya
-
Apa Itu Tender Rakyat? Skema Baru Program Bedah Rumah yang Diklaim Lebih Transparan
-
Jejak Karbon Makanan Tidak Sama bagi Semua Orang, Penelitian Ungkap Kelompok dengan Dampak Terbesar?
-
Parfum Apa yang Cocok untuk Anak Sekolah dengan Aroma Ringan dan Segar? Ini 4 Rekomendasinya
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
-
Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta
-
Tujuan MBG vs Efek Samping: Program yang Mulai Kehilangan Arahnya Sendiri