Metro, Suara.com- Asosiasi Widyaprada Indonesia (AWI) akan selalu bersama dengan pemerintah dalam mengawal penjaminan mutu pendidikan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum AWI, Harris Iskandar, dalam kunjungannya ke kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta, pada Senin (11/7).
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati mengapresiasi kunjungan AWI. "Saya melihat widyaprada ini adalah aset, yang tidak bisa dibeli dengan uang. Sepakat, situasinya sekarang tidak mungkin menunggu. Kita harus sprint atau berlari. Widyaprada ini penting untuk mitigasi resiko," ucap Dirjen Kiki.
Kiki berharap melalui gotong royong khususnya bersama AWI program pemerintah akan lebih ringan untuk dijalankan.
“Dengan potensi yang baik dan pengalaman. Bagaimana melakukan akselerasi peningkatan kualitas. Kami mohon dukungan bagaimana meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan peningkatan kualitas secara simultan. Karena kami belum terinformasi secara utuh, sehingga pelibatannya masih terbatas. Seharusnya dari awal, sejak perencanaan sampai evaluasi,” ujarnya.
Sementara itu, Harris mengapresiasi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yulianti yang mau menemui AWI.
"AWI turut mengadvokasi, memfasilitasi dan pengembangan mutu pendidikan sampai ke daerah," tambah Harris.
Menurut Haris jumlah Widyaprada di Indonesia saat ini sebanyak 1.050 orang yang tersebar di seluruh pemerintah daerah dan 23 kementerian. Harris mengatakan, Widyaprada ini bisa memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan. “Kita memang didorong untuk terus melakukan penyempurnaan," ujar Harris.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Wartanto meyakini Asosiasi Widyaprada yang baru terbentuk ini akan maju dan akan selalu mendukung Kemendikbudristek dalam menjamin mutu pendidikan di Indonesia.
Wartanto mengatakan, meski jabatan fungsional ini baru lahir dua tahun, widyaprada ini merupakan jabatan fungsional yang jelas kerjanya.
Baca Juga: Presidensi G20, Indonesia Dorong UMKM Indonesia Memiliki Permodalan yang Luas
“Ketika ditanya, orang mau pilih dosen atau widyaprada? Pasti akan pilih ke widyaprada karena widyaprada langsung dapat tunjangan jabatan grade 13," pungkas Wartanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Hasil FIFA Series 2026: Bulgaria Mengamuk, Hajar Kepulauan Solomon Dua Digit Gol!
-
Cara Isi Saldo E-Toll Tanpa NFC, Mudah dan Cepat
-
Terpopuler: Rekomendasi HP untuk Ojol, Sederet Smartphone Baru Siap Rilis April 2026
-
Ezra Walian Dicoret, Siapa Algojo Bola Mati Timnas Indonesia di FIFA Series 2026?
-
Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
-
Strategi Perbankan Hadapi Volatilitas Global: Dari Stress Test hingga Hedging
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
5 Drama Korea Bertema Pekerjaan yang Melibatkan Hantu, Ada Phantom Lawyer
-
Sinopsis If Wishes Could Kill, Serial Terbaru Netflix Karya Sutradara Park Youn Seo
-
Samsung Tak Lagi Mendominasi di Pasar HP Lipat, Motorola Melesat