/
Kamis, 21 Juli 2022 | 13:13 WIB
Indonesia Miliki 74.962 Desa Rawan Bencana Alam (Kemendes)

Metro, Suara.com- Indonesia memiliki 74.962 Desa yang masuk kategori rawan bencana alam. Berdasarkan data IRB (2021), lebih dari 53 ribu Desa/Kelurahan berada di kawasan rawan bencana dan  terdapat 28% diantaranya telah mengalami bencana.

Hal ini terungkap dalam Workshop on Sharing of Experiences in Disaster Management at Community and Rural/Poor Household Levels di Desa Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Selasa (19/07/2022).

Data BNPB per tanggal 15 Juli 2022 mencatat peristiwa bencana alam sebanyak 2.021 kejadian. Oleh karena itu diperlukan peningkatan sistem mitigasi bencana yang dapat menjangkau hingga ke level Komunitas dan Rumah Tangga Pra-Sejahtera di Desa-desa.

Dirjen Pembangunan dan Perdesaan Kemendes PDTT Sugito merasa bersyukur telah diberikan kepercayaan melalui Direktorat Advokasi dan Kerjasama Desa dan Perdesaan dapat menyelenggarakan even tingkat regional ASEAN. 

Dipilihnya Desa sebagai lokasi  kegiatan SOMRDPE ini, katanya, sesuai dgn Tagline yg diusung oleh Kemendes PDTT, yakni "Percaya Desa, Desa Bisa".

"Desa tidak hanya bisa menjadi tuan rumah untuk event-event daerah, tapi juga event Nasional bahkan level ASEAN", tegas Sugito.

Sugito menegaskan, Senior Official Meeting for Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE) merupakan forum pejabat senior negara-negara ASEAN yang fokus pada issue Pembangunan Desa dan Pengentasan Kemiskinan. Forum ini terbentuk sejak tahun 1997.

"Berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan, namun baru kali ini kegiatan SOMRDPE dilaksanakan di Desa sejak Dirjen PDP ditetapkan sebagai focal point' daru SOMRDPE Indonesia tahun 2020," imbuhnya.

Sugito tambahkan, Desa Kesiman Kertalangu jadi salah satu percontohan Desa lain yang layak dijadikan ajang promosi potensi wisata edukasi dan outbond yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

Baca Juga: Indonesia Ajak Dunia Pulihkan Sektor Seni dan Budaya di Pertemuan G20

Desa tersebut, lanjutnya, meski berada di kawasan perkotaan, namun masih terdapat area persawahan  seluas sekitar 80Ha dan melestarikan kearifan lokal, seperti gotong royong dan budaya leluhur yang dikolaborasikan dengan inovasi perkembangan pembangunan Desa melalui kegiatan agrowisata Taman Teba Majalangu yang mengunsung konsep edukasi dari tingkat dasar sampai kalangan umum yang terbukti berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) juga mampu menyerap tenaga kerja lokal serta dampak ekonomi sekitar.

Sugito juga berharap, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak bahwa saat ini banyak Desa yang siap untuk pelaksanaan berbagai event, sekaligus dapat menjadi Benchmark negara ASEAN untuk pelaksanaan kegiatan SOMRDPE selanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas  PMD Provinsi Bali, menekankan pentingnya mitigasi bencana dalam kaitannya dengan New Normal Way of Life di masa pandemi covid-19 yang masih  berlangsung saat ini, terutama di provinsi Bali.

Pemanfaatan Dana Desa juga mendapat sambutan yang positif dalam konteks  penanganan dan pengendalian Covid-19.

Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN, Kementerian Luar Negeri Yuliana Bahar mengatakan, megiatan seperti ini dinilai strategis sebagai salah satu upaya yang dilakukan desa dalam mempertahankan Local Wisdom yang menjadi modal dasar dalam proses pembelajaran Desa.

Dia berharap semua pihak dapat memetik pengalaman-pengalaman dan praktik baik dalam konteks mitigasi kebencanaan di Desa  sehingga negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola mitigasi / pencegahan dan penanganan bencana dan pasca bencana.

Load More