Metro, Suara.com- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Yusli Wardiatno, menuturkan, kesepakatan kerja sama ini telah dibicarakan beberapa kali melalui pertemuan daring.
“Kedatangan empat orang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ke Tokyo telah dilaporkan saat delegasi UIN berkunjung ke KBRI,” ucap Atdikbud Yusli, Sabtu (6/8).
Bersama Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah, Kamarusdiana, serta beberapa pengurus PCI NU Jepang, Yusli menyambut kedatangan para mahasiswa di Bandara Internasional Narita, Tokyo.
“Yang menarik, salah satu di antara peserta tersebut merupakan warga negara Gambia,” tambah Atdikbud Yusli.
Yusli menambahkan, program KKN Internasional yang dilakukan ini dapat menjadi contoh perguruan tinggi lain. Ke depan, pihaknya juga akan mendorong program magang industri di Jepang dengan biaya mandiri sehingga lebih banyak lagi mahasiswa program sarjana di Indonesia mendapat ilmu, wawasan, dan pengalaman yang lebih beragam di luar kampus.
“Dengan demikian, tujuan luhur transformasi pendidikan yang dicanangkan Mendikbudristek untuk menghasilkan generasi terbaik dapat tercapai,” tegasnya.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Ahmad Rodoni mengatakan, KKN International sangat bermanfaat bagi para mahasiswa untuk menambah wawasan global dan diharapkan kehadiran mereka membawa manfaat bagi komunitas masyarakat Indonesia di Jepang. Menurut Rodoni, UIN Syarif Hidayatullah menjadi PTN pertama yang melakukan kegiatan ini.
“Kami berterima kasih atas bantuan KBRI Tokyo dalam menjembatani komunikasi dengan banyak pihak di Jepang,” paparnya.
Baca Juga: Shopee Hadirkan Beragam Promo Menarik untuk Majukan UMKM
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi, mengaku sangat senang dan mengapresiasi program KKN Internasional dengan biaya mandiri ini. Ia berharap, inovasi lain terus digulirkan oleh banyak perguruan tinggi Indonesia sehingga membantu pelaksanaan kebijakan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemdikbudristek.
“Dana yang dialokasikan pemerintah Indonesia untuk pengiriman mahasiswa melalui program IISMA hanya sekitar 1.500 orang, sementara jumlah mahasiswa seluruh Indonesia ada jutaan orang. Jadi kita harus mendorong agar program-program yang mendukung kebijakan MBKM melalui skema pembiayaan mandiri dan kolaboratif dapat dilakukan. Ini sangat membantu pemerintah,” terang Dubes Heri.
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang akan melakukan KKN Internasional terdiri dari: Dhyrar al Arief Fadia (Prodi Ekonomi Syariah), Muhammad Falih (Prodi Dirosat Islamiyat), Idul Akbar (Prodi Dirosat Islamiah) dan Kebba lang Sonko (Prodi Dirosat Islamiyah).
Dosen UIN Syarief Hidayatullah, Kamarusdiana, mengakui, program yang dikolaborasikan dengan PCI NU Jepang ini bertujuan agar mahasiswa memiliki wawasan global dan pengalaman mengabdi di masyarakat internasional.
“Kami juga berharap mahasiswa siap menjadi bagian masyarakat global dengan pemahaman Islam Indonesia yang moderat dan penuh persaudaraan,” ucap Kamarusdiana yang mengakui bahwa sebanyak 23 orang peserta mendaftar program ini, namun setelah melalui tes bahasa, bacaan Al-Quran dan kesiapan lainnya, terseleksi hanya empat orang.
Kamarusdiana mengatakan, para mahasiswa akan mengisi kegiatan keagamaan di beberapa masjid di Jepang, mempelajari budaya Jepang dan menjalin persahabatan dengan mahasiswa-mahasiswa Jepang. “Dan semoga juga bisa mendapatkan informasi serta kesempatan terkait program beasiswa magister,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Jadwal Siaran Langsung Aston Villa vs Indonesia All Stars
-
Remaja Blega Nekat Terjun dari Menara BTS Ketinggian 100 Meter
-
Sulut Juara Umum, IHR Kejurnas Seri I Indonesia Derby 2026 Sukses Sedot 24 Ribu Penonton
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Masa Transisi Aceh Berakhir, Kasatgas Tito Tekankan Penanganan Sesuai Kondisi
-
Surat untuk Jenaka: Antara Cinta, Mesin Waktu, Hukum, dan Misteri Tahun 1923
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengajukan Pinjaman Tunai
-
Deterjen Cair vs Bubuk, Mana yang Lebih Efektif untuk Membersihkan Pakaian?
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?