Metro, Suara.com- Rumah Informasi Sejarah Metro terus melakukan berbagai upaya dalam rangka revitalisasi cagar budaya guna mendorong lahirnya ruang publik yang edukatif, rekreatif dan berdampak ekonomi.
Iwan Juru Pelihara Rumah Informasi Sejarah Metro mengatakan selama dua bulan terakhir pihaknya terus melibatkan berbagai kalangan dalam upaya mendorong revitalisasi kawasan di sekitar cagar budaya.
"Selama dua bulan terakhir kami mengundang partisipasi dari berbagai sektor mulai dari Perbankan, BUMN, swasta hingga masyarakat untuk bergabung dalam program revitalisasi cagar budaya,"jelasnya.
Ia menambahkan pengerasan lapangan dilakukan oleh BNI Metro, pemasangan ring basket oleh PT Sawido Permai yang merupakan anak perusahaan PT Bukit Asam, ruang belajar bersama dan Skate Park yang dibangun dari swadaya masyarakat.
Sementara itu, Agustian dari Propan Lampung menjelaskan pihaknya tertarik mendukung pengembangan lapangan olahraga yang nantinya dapat digunakan oleh masyarakat lewat produk dari Propan.
"Produk yang digunakan di Lapangan Rumah Informasi Sejarah Metro adalah profuk TENNOKOTE TNK-1000 WA adalah cat lapangan olahraga, satu-satunya produk Indonesia yang telah bersertifikat International (ITF level 5),"ujarnya.
Ia menambahkan produk ini memiliki daya lekat baik pada lantai beton, aspal maupun pada paving. Sesudah kering TENNOKOTE TNK-1000 WA akan membentuk lapisan film yang fleksibel dan memiliki daya lekat yang kuat pada lapangan yang terbuat dari beton dan aspal,"jelasnya.
Propan Raya sendiri merupakan perusahaan cat 100% asli Indonesia yang didirikan pada 1979 oleh Dr. Hendra Adidarma seorang ahli kimia lulusan Jerman.
"Kami mengapresiasi kesediaan Propan untuk bersama-sama terlibat dalam proses revitalisasi dengan mendukung pengecatan lapangan di Rumah Informasi Sejarah,"jelasnya.
Baca Juga: Jaminan Sosial Bagi Pesepak Bola Profesional Wujud Hadirnya Negara pada Aktivitas Olahraga
Iwan menjelaskan bahwa revitalisasi yang dilakukan selama dua bulan terakhir adalah dengan menambah ruang belajar bersama, shelter ojek online, fasilitas olahraga baik lapangan basket, badminton, skate park,akses perbankan hingga barbershop.
"Kehadiran cagar budaya kini tidak hanya sebagai tempat informasi sejarah melainkan juga sebagai ruang publik yang terbuka bagi semua kalangan dan membuka lapangan kerja serta potensi ekonomi masyarakat,"pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
Terkini
-
Skandal Suap Eks Bupati Kukar, KPK Sebut 3 Perusahaan Ini Jadi Alat Gratifikasi Rita Widyasari
-
Gubernur Papua Jamin Dukungan Penuh untuk Persipura Jayapura
-
Jangan Beli Avanza Dulu untuk Mudik! Alphard 2003 Harga 150 Juta Tawarkan Kenyamanan First Class
-
Perbedaan Tadarus dan Tilawah Al-Qur'an, Mana yang Perlu Diutamakan di Bulan Ramadan?
-
31 TKA Ilegal asal China Ditemukan Bekerja di KEK Galang Batang Bintan
-
Bakal Bertemu Richard Lee di Polda Metro Jaya, Doktif: Siapkan Jantung Kamu
-
Ganjaran Fantastis Puasa Ramadan Hari ke-3 Hingga ke-10, Ada Istana dan Bidadari
-
Dua Dekade Menagih Perlindungan: Siapa Tanggung Jawab Mandeknya RUU PPRT?
-
4 Rekomendasi HP Android dengan Kamera Jernih Mirip iPhone, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Sunscreen Ukuran Jumbo Terbaik untuk Mengatasi Flek Hitam