/
Sabtu, 03 September 2022 | 14:12 WIB
Kemenag dan Bank Dunia Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan (Kemenag)

Metro, Suara.com- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menerima kunjungan delegasi World Bank dalam rangka penguatan dan kesinambungan program kerja sama anatara Kemenag dan World Bank.

Delegasi World Bank yang hadir dalam pertemuan bersama Wakil Menteri Agama itu dipimpin Education Practice Manager for East Asia Pacific, Cristian Aedo yang didampingi  Operations Manager, Bolormaa Amgaabazar, Practice Leader for Indonesia and Timor Leste Achim Schmillen dan Senior Economist and Education Cluster Lead for Indonesia, Shinsaku Nomura.

Hadir mendampingi Wamenag dalam pertemuan tersebut, Dirjen Pendis Ali Ramdhani, Ketua Project Management Unit Realizing Education’s Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) atau lebih familiar dengan Madrasah Reform, Abdul Rouf serta salah seorang konsultan di PMU REP-MEQR/madrasah reform. 

Wamenag menyampaikan implementasi proyek sudah masuk tahun ketiga, dan sebagaimana layaknya proyek pembangunan lainnya di Indonesia, tentu ada beberapa hal yang masih sesuai dengan desain dan ada beberapa lainnya yang perlu penyesuaian. 

Menurutnya penyesuaian-penyesuaian tersebut agar direfleksikan dalam program restrukturisasi yang tengah dikembangkan. 

"Harapan kami, program restrukturisasi benar-benar dapat menjadi legacy yang melembaga yang kemudian dapat dikesinambungkan oleh Kemenag setelah proyek ini selesai," tambahnya. 

Dijelaskannya, legacy dapat diartikan bersifat sistemik, bukan bersifat proyek ad-hoc yang akan selesai begitu proyek selesai.

"Kami akan berkomunikasi dengan Bappenas untuk membantu memastikan kesinambungan program yang memang dinilai sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan," kata Wamenag. 

Kemenag juga ingin agar usulan-usulan tersebut sangat memperhatikan prinsip kepatuhan terhadap aturan dan regulasi yang ada di Indonesia. Hal ini sangat penting mengingat implementasi proyek banyak dilakukan di daerah. Perlu dicermati lagi kegiatan mana saja yang seyogyanya dilakukan di pusat dan mana saja yang dapat dipercayakan kepada teman-teman di daerah.

Baca Juga: Rombongan Silver Mom BNI Kunjungi RIS,Pimpinan Cabang BNI Metro Mendadak jadi Guide

Sementara itu, Education Practice Manager for East Asia Pacific, Cristian Aedo mengaku ini kali pertama berkunjung ke Indonesia. Ia mengatakan kunjungan ini mendiskusikan tentang beberapa hal, antara lain program yang sudah berjalan seperti AKMI, sistem data dan informasi di EMIS dan block grant.

"Kami sangat senang khususnya tentang kepuasan hasil yang telah dicapai khususnya terhadap pelatihan dan pengelolaan proyek. Kami juga senang karena akan ada pembicaraan tentang apa yang akan kita lakukan ke depan, khususnya terkait kerja sama di bidang pendidikan yang lebih tinggi yang tentunya bisa didiskusikan lebih lanjut,"ujar Aedo

Hal penting lainnya adalah bagaimana memperkuat kapasitas SDM juga harus dibicarakan. Program yang sudah berjalan adalah program cyber university tentang bagaimana expanding access dan quality assurance dan program lainnya.
 

Load More