/
Rabu, 14 September 2022 | 19:08 WIB
Mobil Pajero ringsek ditabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (14/9/2022). (*) (Humas Polres Pesawaran)

Metro.Suara.com - Dua orang meninggal dunia, setelah mobil Pajero Sport yang mereka tumpangi ditabrak kereta api Kuala Stabas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (14/9/2022).

Dua orang yang meninggal dunia, menurut penyataan resmi Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pesawaran, AKP Martoyo, adalah seorang sopir dan seorang penumpang.

“Korban meninggal dunia atas nama Fais (33) yang meninggal di TKP (tempat kejadian perkara) dan satu lagi meninggal di rumah sakit atas nama Totok (37),“ ungkap Martoyo dalam keterangannya kepada awak media.

Sementara ada dua korban yang masih di rawat, yakni istri Totok dan satu lagi keponakan Totok. Korban meninggal, lanjut Martoyo, mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh khususnya di kepala.

“Semua korban akibat kecelakaan itu, baik yang meninggal dunia dan yang mengalami luka berat serta luka ringan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM),” terus Martoyo. 

Martoyo melanjutkan, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) antara Kereta Api Penumpang S6A Kuala Stabas dengan Mobil Pajero Sport Warna Hitam BE 7777 UMI terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Induk, Desa Gedung Gumanti, Tegineneng, Pesawaran, Rabu (14/9/2022).

Kecelakaan bermula saat mobil Pajero berjalan dari arah Gedung Gumanti menuju arah Bumi Agung, Tegineneng. Mobil Pajero hendak melintasi persimpangan perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan pada saat bersamaan, datang kereta api dari arah Bandar Lampung menuju Lampung Utara sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas. (*)

Load More