Metro, Suara.com- British Library menjalin kerjasama dengan Perpusnas terkait dengan kerjasama naskah kuno. Hal tersebut diwujudkan dengan kunjungan Kepala Koleksi Asia Tenggara dari British Library,Annabel Teh Gallop yang diterima langsung oleh Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, (26/09/2022)
Pada kunjungan tersebut Annabel Teh Gallop juga menyampaikan informasi naskah – naskah Indonesia yang berada di Inggris.
“Jumlah koleksi naskah Indonesia di Inggris jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan yang ada di Perpusnas yaitu hanya sekitar 550 naskah. Dari jumlah itu, koleksi yang terbesar dan terpenting adalah koleksi berbahasa Jawa, koleksi berbahasa Melayu, naskah berbahasa Bugis Makassar, naskah Batak dan naskah berbahasa Bali,” jelas Annabel
Naskah – naskah tersebut dijadikan prioritas untuk digitalkan dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2023. Pengembalian naskah kuno bukan dalam bentuk naskah asli melainkan dalam bentuk digital. Naskah asli akan tetap tersimpan di British Library.
Merespon hal tersebut Kepala Perpusnas, M. Syarif Bando mengatakan jejak sejarah suatu bangsa yang terbangun, berasal dari sumber tertulis dan tidak tertulis. Jejak tertulis yang tersurat dalam suatu naskah kuno, mengungkap kondisi sosial budaya masyarakat pada kurun tertentu.
"Banyaknya naskah yang tersebar di luar Indonesia, memaksa untuk menjalin kemitraan dengan negara – negara yang menyimpan jejak sejarah Indonesia tersebut guna pelestarian budaya bangsa Indonesia,"ujar Syarif.
Syarif menambahkan jika kita berbicara tentang naskah, buku tercetak, majalah surat kabar adalah mengenai abstrak, isi atau konten. Sebab inilah yang menjadi tugas kita untuk mengaktualisasikan nilai kesejarahan dalam naskah, buku tercetak, majalah pada saat itu.
Menurutnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris yang baik hendaknya dapat mengungkapkan nilai – nilai yang terkandung dalam naskah yang menjadi kekayaan tidak hanya untuk kedua negara, tetapi untuk dunia.
Senada Sekretaris Utama Perpusnas yang turut hadir, Ofy Sofiana menyampaikan sebuah harapan terkait naskah – naskah digital.
Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Kapal Berusia 50 Tahun, Kemendikbudristek Inisiasi Revitalisasi Jalur Rempah
“Jika dimungkinkan, kita membangun manuskrip one search antara Perpusnas, British Library dan Universitas Leiden dimana semua terkoneksi dalam tiga aplikasi yang isinya koleksi di masing – masing,” harap Ofy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Putuskan Cerai, Clara Shinta Heran Suami Malah VCS saat Ekonomi Lagi Susah
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
-
Kapolda Riau Rotasi Massal Polsek Panipahan Imbas Rusuh Isu Sarang Narkoba
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual