Metro, Suara.com- Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Canberra terus berupaya meningkatkan kerja sama pendidikan dengan berbagai institusi di Australia, salah satunya dengan Canberra Institute of Technology (CIT) yang memiliki kampus di Canberra.
CIT sendiri merupakan sekolah vokasi milik pemerintah Canberra yang menawarkan berbagai program keahlian yang dibutuhkan oleh industri di Australia.
Lewat kunjungan kerjanya ke CIT, Atdikbud Mukhamad Najib menawarkan program kerja sama pendidikan antara CIT dengan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia termasuk program IISMAVO.Kedatangan Atdikbud Najib di kampus CIT diterima oleh tim CIT yang terdiri dari Catherine Ng selaku General Manager dan Fiona Broers selaku kepala international student operation.
CIT menyatakan tertarik untuk berpartisipasi dalam program Indonesian International Student Mobility Awards edisi Vokasi (IISMAVO) yang dipresentasikan oleh Atdikbud RI di Canberra.
Selain itu, beberapa program yang dipresentasikan adalah pengiriman mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen politeknik dan penguatan program bahasa Indonesia. Selama ini, CIT juga memiliki Diplomat Academy yang salah satunya mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang paling banyak peminatnya.
“Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa vokasi di Indonesia untuk belajar dan merasakan pengalaman di lingkungan industri di luar negeri. Dalam program ini, mahasiswa terpilih diberi beasiswa oleh pemerintah untuk studi di luar negeri selama satu semester,” terang Najib pada Senin (26/9).
Ia mengatakan, CIT diajak untuk berpartisipasi dalam IISMAVO, karena dinilai memiliki hubungan yang dekat dengan industri dan berpengalaman dalam mengelola mahasiswa internasional.
“Hubungan yang kuat antara CIT dengan industri memudahkan mahasiswa vokasi Indonesia yang dikirim ke CIT untuk mendapatkan penempatan magang di Industri. Selain itu, setiap tahunnya CIT menerima tidak kurang dari 500 mahasiswa internasional, sehingga mereka sudah terbiasa dalam mengelola mahasiswa internasional,” jelas Najib.
Atdikbud juga menjelaskan bahwa program IISMAVO saat ini sudah berjalan untuk tahun pertama dan sudah ada mahasiswa yang dikirim ke Australia.
Baca Juga: Perluas Pasar Produk KUKM Ke Timur Tengah,KemenKopUKM Gandeng Lulu Hypermarket
“Saat ini ada 55 orang mahasiswa vokasi dari berbagai universitas dan politeknik di Indonesia yang mengikuti program IISMAVO di Australia. Sebagian mereka di Melbourne dan sebagian di Western Australia. Saya berharap CIT bisa ikut bergabung juga sehingga mahasiswa IISMAVO bisa menyebar sampai ke Canberra,” tutup Najib.
Semengtara itu Catherine menyampaikan apresiasi dan minatnya dengan program IISMAVO.
"Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah Indonesia yang besar pada kemajuan sekolah vokasi di Indonesia. Indonesia dan Australia sangatlah dekat, bukan hanya dari sisi jarak tapi juga dari hubungan baik yang selama ini telah terbangun. CIT sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam penguatan sumberdaya manusia di Indonesia khususnya dibidang vokasi,” tuturnya.
Adapun bidang-bidang yang unggul di CIT antara lain Art and Design, Business, Accounting and IT, Building and Construction, Health and Community Services, Hospitality and Culinary serta Project Management. “Kami memiliki bidang-bidang yang saya yakin sangat dibutuhkan di Indonesia, seperti teknologi informasi, konstruksi, manajemen projek, dan lain-lain. Oleh karena itu kami siap jika diajak berpartisipasi dalam IISMAVO. Kami juga siap membantu dalam program capacity building bagi dosen-dosen vokasi di Indonesia”, tambah Catherine.
CIT merupakan lembaga pendidikan vokasi yang telah berpengalaman selama 90 tahun dalam memberikan pendidikan teknis dan lanjutan di wilayah Canberra dan sekitarnya. Saat ini, CIT menerima sekitar 20.000 mahasiswa setiap tahunnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
-
Mata Ditutup dan Tangan Kaki Diikat, Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
-
Sempat Duel dengan Pelaku, Detik-detik Brigadir Arya Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung
-
Acer Iconia iM11: Tablet 5G Rp 4 Jutaan dengan Layar 2K yang Menggoda
-
Veda Ega Pratama Bangkit di Le Mans, Lolos Langsung ke Q2 Moto3 Prancis
-
Mario Aji Terpuruk di Le Mans, Gagal Masuk 14 Besar dan Mulai Moto2 Prancis dari Q1
-
Strava Tambahkan Fitur Terapi Fisik, Bantu Pengguna Pantau Pemulihan Cedera Lewat Aplikasi Fitness
-
Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
MotoGP Terapkan Aturan Baru Pit Lane di GP Prancis, Pengawasan Makin Ketat