/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:10 WIB
Dirjen PSLB3 KLHK,Rosa Vivien Ratnawati (Diskominfo)

Metro, Suara.com- Direktur Jenderal PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengapresiasi pengelolaan sampah di Kota Metro yang tercermin dari pengurangan sampah harian yang cukup signifikan.

Hal tersebut disampaikanya saat menghadiri Bimtek Penanganan Sampah dan Peresmian Pusat Daur Ulang Sampah di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, tahun 2022, Kamis (20/10/2022).

Disamping itu Rosa juga mengingatkan bahwa, kabupaten/kota harus mempunyai perencanaan dan aksi nyata dalam pengurangan dan penanganan sampah, melalui kebijakan dan strategi daerah, sehingga terwujud kota layak huni (liveable cities). 

“Pemerintah daerah harus menemukan cara yang tepat untuk merangkul masyarakat, agar semakin peduli terhadap kebersihan di lingkungannya,”ujarnya.

Rosa menambahkan Pusat Daur Ulang Sampah di Kota Metro  ini sendiri merupakan yang pertama  di Lampung. Ia juga mengapresiasi pengurangan sampah di Kota Metro sudah sangat signifikan sebanyak 103, 87 ton per hari, jika di persenkan sudah sebanyak 13%.

Meski demikian Rosa juga mengingatkan bahwa Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017, tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jastranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga mengamanatkan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah 70% pada Tahun 2025.

“Masyarakat dapat menjadi kader lingkungan dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah.Salah satunya dengan memilah/ memisahkan sampah basah dan kering atau sampah organik dan non organik. Tahap berikutnya adalah mengembangkan kreativitas untuk kemudian memanfaatkan sampah tersebut menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai ekonomis ,” jelasnya.

Sementara itu Walikota Metro Wahdi Siradjuddin mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro bersama dengan masyarakat dan stakeholders lainnya daam upaya pengelolaan sampah di Kota Metro. Upaya-upaya tersebut antara lain, bekerja sama dengan TP PKK Kota Metro, PT Coca Cola Europacific Partner dan BNI dalam upaya merevitalisasi Bank Sampah dengan melibatkan dasawisma, organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan dan institusi pendidikan.

.“Hal ini nantinya diharapkan sebagai media menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah mulai dari sumber serta mendorong  circular economy dalam pengelolaan sampah di Kota Metro,"jelasnya.

Baca Juga: Diskusi Bersama Media di Padang, Walikota Metro Bahas Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular di Kota Metro

Selain itu, Kota Metro juga tengah melakukan upaya pembangunan Landfil baru di TPAS Karangrejo, yang saat ini dalam proses penyusunan dokumen izin lingkungan sebagai persyaratan bantuan dari Kementerian PUPR RI.

"Pusat Daur Ulang Sampah Rejomulyo bantuan KLHK RI ini sendiri akan membantu masalah pengurangan sampah sekaligus sebagai pusat edukasi dalam pengelolaan sampah,"ungkapnya.

Ia menyadari bahwa persoalan sampah memang menjadi masalah serius di seluruh daerah karena selain berdampak pada masalah kesehatan, sampah terkadang mengurangi keindahan kota.

Karenanya Wahdi mengajak semua pihak dalam momentum peresmian Pusat Daur Ulang Rejomulyo ini sebagai milestone untuk bergerak, bekerja dan menjadi masyarakat yang produktif dengan kolaborasi bersama membangun pengelolaan sampah yang lebih baik.

Tak lupa Wahdi  juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi IV DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup RI atas dukungannya serta kerjasamanya membantu Pemerintah Kota Metro dalam upaya membangun Kota Metro yang Bersih dan Berkelanjutan.

.“Mudah-mudahan kolaborasi dan sinergitas ini dapat terus kita jaga dan pelihara sehingga kedepannya dapat terus membangun Kota Metro menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Load More