Metro, Suara.com- Realisasi pendapatan Kota Metro Tahun Anggaran 2022 hingga 28 Oktober telah mencapai Rp.671,8 Miliar dari target pendapatan sebesar Rp 870 Miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Mirza Marta Hidayat. Menurutnya capaian pendapatan Kota Metro sebesar Rp.671,8 Miliar tersebut jika diprosentasikan adalah sebesar 77, 23%.
Meski demikian Mirza mengaku belum mendapat informasi berapa prosentase pencapaian rata-rata realisasi pendapatan APBD Kota secara nasional.
"Jadi kami belum bisa memastikan apakah capaian 77.23 persen tersebut berada dibawah atau diatas rata-rata realisasi pendapatan APBD Kota secara nasional,"jelasnya, Senin malam (31/10/2022).
Sementara itu persentase realisasi pendapatan APBD Provinsi Lampung per 29 Oktober 2022 sebesar 74.27% sedikit berada diatas rata-rata nasional yang berada di angka 73,71%.
Sebelumnya Rakor Pengendalian Inflasi di Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI yang digelar Senin (31/10/2022) menyampaikan Data Pemutakhiran Laporan 51 Pemkot yang dikeluarkan oleh Ditjen Bina Keuangan Daerah.
Terkait realisasi belanja Kota Metro menempati peringkat kedua dalam realisasi belanja APBD kota Se-Indonesia Tahun Anggaran (TA) 2022, dengan presentase realisasi belanja sebesar 70,20 persen per 28 Oktober 2022. Urutan pertama kota dengan realisasi belanja APBD terebesar ditempati Kota Sukabumi dengan presentase realisasi belanja sebesar 72,06 persen dan di peringkat ke tiga diraih Kota Bandar Lampung dengan realisasi belanja sebesar 69,72 persen.
Sementara ditingkat Provinsi Persentase Realisasi Belanja APBD Provinsi Lampung per 29 Oktober 2022 sebesar 68.91%, berada diatas rata-rata nasional yang berada di angka 60,74%. Hal tersebut menempatkan Provinsi Lampung diposisi ke-4 dari 10 Provinsi dengan persentase realisasi belanja tertinggi Se-Indonesia Tahun Anggaran 2022. (Data : Pemuktahiran Laporan 29 Pemprov per 28 Oktober 2022, 18.00 WIB (Data Diolah), Ditjen Bina Keuangan, 2022).
Baca Juga: Bima Arya : Pemkot Perlu Kolaborasi dengan Pihak Ketiga, Tidak Cukup Andalkan APBD
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam