Metro, Suara.com- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menghadiri pertemuan ASEAN Youth Fellowship (AYF) di Jakarta,Rabu (2/11).
Di hadapan 45 delegasi yang hadir, selama satu jam Nadiem menjawab berbagai pertanyaan seputar visi dan misinya tentang kehidupan, profesi, hingga dunia pendidikan di Indonesia yang diajukan secara terbuka oleh para calon pemimpin muda masa depan ASEAN.
Pada kesempatan tersebut Nadiem bercerita tentang bagaimana ia akhirnya memilih untuk mengambil risiko berada dalam lingkaran birokrasi dan menjadi orang nomor satu di dunia pendidikan dan kebudayaan.
“Saya berkaca dari anak-anak saya, jika saya tidak berani untuk mengambil tantangan ini, bagaimana saya bisa menjawab pertanyaan mereka suatu saat nanti tentang saya yang menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa berbuat sesuatu demi negeri ini,” tuturnya.
Baginya, kesempatan untuk gagal setelah mencoba merupakan hal yang biasa dalam sebuah perjuangan. Dengan demikian, saat diminta untuk bergabung oleh Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Kerja Jilid II, ia tidak melewatkan kesempatan tersebut.
“Meski perjuangan ini harus saya bayar dengan belajar dan bekerja keras setiap saat,” ungkapnya.
Berangkat dari latar belakang pendidikannya yang bergelut di bidang teknologi informasi, menurut Nadiem ada irisan semangat yang ia miliki dengan amanah yang ia emban sebagai Mendikburistek. Ia mengaku bersemangat untuk berjuang meningkatkan kualitas pendidikan yang membutuhkan campur tangan teknologi untuk bisa bertahan dan bersaing di tengah perubahan zaman.
“Saya terobsesi di bidang teknologi dan sekarang hal itu saya gunakan untuk bagaimana meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia,” ungkap pria yang mengaku sebelum terjun ke pemerintahan, sebelumnya ia tidak memiliki latar belakang di bidang pendidikan, politik maupun birokrasi.
Sebagai salah satu kunci yang dibutuhkan di masa depan, penguasaan teknologi diyakini Nadiem bisa menjawab tantangan pada sektor pendidikan. Contohnya di masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, teknologi dalam pembelajaran menjadi fasilitator untuk meminimalisir hilangnya pembelajaran (learning loss). Saat itu, mengingat pentingnya jaringan internet untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ), pemerintah menyediakan bantuan kuota internet bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan dosen.
Baca Juga: Nadiem Tegaskan Satuan Pendidikan Harus Merdeka dari Diskriminasi
Salah satu pengalaman yang juga menjadi pelajaran berharga dalam mengemban tugas sebagai Mendikbudristek, dikatakan Nadiem adalah kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai latar belakang pegawai di kementerian.
“Pekerjaan saya memerlukan hubungan kolaborasi yang erat antara senior dan junior dalam mencapai suatu tujuan,” tekannya yang meyakini bahwa tujuan hanya dapat tercapai dengan kerja sama yang solid antarsemua pihak sebagai satu kesatuan tim kerja.
Kolaborasi lanjut Nadiem, tidak hanya terjadi di lingkup internal kementerian. Gotong royong juga harus senantiasa terjalin dengan para pemangku kepentingan di lingkup eksternal.
“Kita butuh itu untuk memulai perubahan dan terbukti meski banyak melalui pasang surut, setelah tiga tahun berjalan, kebijakan pendidikan yang diusung bersama ini mulai mengarah pada tujuan yang ingin kita capai bersama,” jelasnya.
Nadiem menyadari, tujuan pendidikan itu berawal dan berakhir pada kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, Kemendikbudristek memegang teguh prinsip tersebut dalam menjaga marwah dan implementasi kebijakan yang diluncurkan.
Nadiem berpesan kepada perwakilan kaum muda ASEAN untuk tidak menyerah pada keadaan. Termasuk ketika ingin mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ia mencontohkan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, Kemendikbudristek mengawalinya dengan mengubah pola pikir para pendidik. Dengan demikian, maka Indonesia bisa berharap memiliki peserta didik yang merdeka pola pikirnya untuk menggapai berbagai lompatan prestasi gemilang.
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Daihatsu Hijet Versi Baru Hadir Mulai 128 Jutaan, Kini Ada Fitur 4WD
-
Kenapa Malam 1 Suro Tidak Boleh Keluar Rumah? Ini Asal-Usul Larangannya
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
Bukan Hoaks! Syaefudin Wakil Lucky Hakim Resmi Jadi Tersangka Korupsi Rp18 Miliar
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
4 Pilihan Mobil 4x4 Bekas Buat Main Tanah, Harga Terjangkau Pas Buat Pehobi
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
Saat Homer Bertemu Nolan: Alasan 'The Odyssey' Wajib Jadi Film yang Kamu Tunggu di 2026.