/
Selasa, 22 November 2022 | 16:19 WIB
tim SAR gabungan evakuasi korban tertimbun longsor akibat gempa di Cugenang, Kabupaten Cianjur (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc)

Metro.Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat gempa Cianjur bertambah menjadi 162 orang. Jumlah ini didapat berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB sampai hari Senin, 21 November 2022 pukul 20:00 WIB kemarin malam.

"Warga meninggal tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada awak media yang dikutip pada Selasa (22/11/2022).

Selain itu ratusan korban, dampak dari bencana gempa ini juga tercatat 25 orang masih tertimbun runtuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, dan 326 orang lainnya luka-luka. Sebanyak 13.784 warga dilaporkan mengungsi yang tersebar di beberapa titik.

Untuk kerusakan infrastruktur, tercatat sebanyak 2.345 rumah rusak, 1 unit pondok pesantren rusak berat, 1 RSUD Cianjur rusak ringan, 8 unit gedung pemerintah rusak, 10 unit sarana pendidikan rusak, dan 3 unit sarana ibadah rusak di Kabupaten Cianjur.

"Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur," lanjutnya. (*0

Load More