Ucapan Emha Ainun Najib atau Cak Nun yang menyamakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi seperti Raja Firaun masih menjadi perbincangan publik.
Dalam hal ini politikus senior Zulfan Lindan menyebutkan bahwa penyebutan Firaun sudah bukan zamannya. Hal ini dinyatakan oleh Zulfan dalam perbincangannya di Total Politik.
"Ya kalau kita bicara Firaun lagi sudah selesai, sudah lah kita kan sudah sintesis," kata Zulfan Lindan dalam perbincangannya di Total Politik.
"Kalau kita sudah ketemu sintesis enggak ada lagi persoalan firaun, kecuali kita masih mencari baru bisa," imbuhnya.
Diketahui sebelumnya bahwa Zulfan Lindan sempat menghebohkan dengan pernyataan Anies Baswedan sebagai antitesis Jokowi.
Kemudian dia kembali menyarankan soal sintetis, yakin Megawati-Jokowi sebagai calon presiden dan wakil presiden di 2024 mendatang.
"Wah ini mantap udah. Kalau Pak Jokowi itu kita anggap tesis, Anies Baswedan antitesis, Megawati-Jokowi ini sintesis," pungkasnya.
Cak Nun Soal Jokowi Firaun
Video mengenai pernyataan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun kemudian ramai diperbincangkan. Video yang menyebut Jokowi sebagai sosok firaun kemudian viral dan dibahas sejumlah pihak.
Baca Juga: Kronologi Dugaan Korupsi Proyek BTS Kominfo, 23 Orang Dicekal
Tidak hanya Jokowi, Cak Nun juga menyebut Luhut sebagai seorang Haman. Pernyataan ini pun mengkait-kaitkan pengusaha Anthony Salim sebagai Qorun dan istilah 9 naga menguasai Indonesia.
Usai videonya vira, Cak Nun akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Dalam video berdurasi 2 menit 46 detik itu, Cak Nun menyebutkan, bahwa ia baru disidang oleh keluarganya.
"Saya baru disidang oleh keluarga, dihajar, pokoknya disalah-salahkan, digoblok-goblokin, disesat-setatin. Kenapa digoblok-gobloki, karena saya mengucapkan apa yang seharusnya tidak saya ucapkan," ujar Cak Nun dikutip dari video tersebut, Rabu (18/1/2023).
Menurut Cak Nun, ia juga dituding tidak bijaksana. "Kan saya yang mengajari di Maiyah dan semua keluarga, bahwa apa yang kita ucapkan itu harus baik, efeknya harus harus diperhitungkan, dan harus bijaksana dan saya dianggap tidak bijaksana," ucapnya.
"Kan saya yang mengajarkan, jangan ngomong siapa, tapi apa. Itu saya sendiri melanggar, jadi akhirnya saya, saya minta maaf sama keluarga, dan sama yang terciprat omongan saya," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Sempat Diragukan, Lini Tengah Timnas Indonesia Ternyata Stabil!
-
Deretan Drama Korea yang Dibintangi oleh IU, Perfect Crown Segera Tayang
-
Thom Haye Sebut Timnas Indonesia Harusnya Menang atas Bulgaria
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Eks Menhub Budi Karya Hadir Online Jadi Saksi Korupsi KAI Medan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Babak Baru Konflik Lebak: Bupati Hasbi Sambangi Rumah Wabup Amir Hamzah, Sepakat Damai?
-
7 Cara Menggunakan AI untuk Menyusun Jadwal Harian Paling Efisien dan Anti Berantakan
-
6 Alasan Pursuit of Jade Jadi Drama China Paling Dibicarakan di 2026
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali