Suara.com - Proyek pembangunan Bandara Bali Utara kini menjadi polemik. Pasalnya, bandara megah yang dirancang berkapasitas 50 juta penumpang ini secara mentah-mentah ditolak oleh Megawati.
Mantan Presiden Indonesia ke-5 ini mengungkapkan kecamannya terhadap proyek akbar ini. Mega menganggap proyek ini hanya membuang anggaran saja tanpa efek yang berarti terhadap perkembangan Indonesia.
"Saya bilang lho sama Pram (Sekretaris Kabinet Pramono Anung). Pram, tolong banget, ini atas warga Bali. Aku (Mega) bilang, jangan mikirin diri sendiri. Pulau Bali ini penduduknya hanya beberapa, terus yang mau datang ke sini hanya investor doang,” kecam Megawati seperti dikutip dari keterangan resmi PDIP, Senin (16/01/2023) lalu.
Tak hanya dapat kecaman dari Mega, proyek Bandara Bali Utara ini juga dicoret dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dianggarkan pemerintahan Jokowi hingga triliyunan rupiah.
Lalu, apa sebenarnya rancangan awal Bandara Bali Utara ini? Simak sejarah pembangunan Bandara Bali Utara berikut.
Bandar Udara Internasional Bali Utara atau North Bali International Airport ini dicanangkan terletak di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Bandara yang berada di pinggir laut ini digadang akan menjadi bandara internasional terbesar dan siap melayani puluhan juta penumpang setiap harinya.
Bandara Bali Utara ini sendiri diinisiasi oleh Gubernur Bali periode 2008 hingga 2018, I Made Mangku Pastika. Pastika sendiri mencanangkan bandara ini sejak tahun 2016 lalu.
Proyek Bandara Bali Utara yang digagas oleh PT BIBU Panji Sakti ini akan dibangun bandara seluas sekitar 600 Ha, 8 mdpl, dilengkapi dengan 2 landasan pacu paralel, taxiway paralel, gedung terminal penumpang modern, terminal penerbangan umum, terminal kargo dan ATC Control Tower serta fasilitas bandara lainnya.
Landasan pacu Bandara Bali Utara ini juga didesain sepanjang 3.600 m. Tak hanya itu, bandara ini juga didesain untuk mampu melayani Boeing 777–300, salah satu jenis pesawat terbesar dengan kapasitas yang besar juga. Bandara Bali Utara sendiri diproyeksikan untuk melayani penerbangan Low-Cost Carrier (LCC) dari berbagai maskapai dunia.
Uniknya, desain bandara ini mirip dengan bentuk hewan penyu. Desain penyu dipilih sebagai bentuk bangunan terminal penumpang di kedatangan serta keberangkatan karena mampu mewakili karakter masyarakat Bali, begitu yang tertulis pada laman resmi PT BIBU Panji Sakti.
Cangkang penyu menjadi desain atap yang eksotik dan ikonik. Keempat kaki penyangganya sangat kuat, simbol dari kontur bangunan yang kokoh nan dinamis.
Umur penyu yang panjang dalam filosofi Bali memiliki arti “dari awal hingga akhir”. BIBU berharap Bandara Bali Utara dapat menjadi bandar udara yang lestari secara fungsional dan langgeng keberadaannya.
Namun, walaupun Bandara Bali Utara ini sudah dihapus Jokowi dari proyek strategis nasional, namun bukan berarti proyek ini tidak jalan. Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo menilai kehadiran Bandara Internasional di Bali Utara tetap menjadi kebutuhan nasional.
"Bukan berarti proyek tersebut tidak dikerjakan, tapi pace-nya akan berbeda. Karena banyak masalah yang menyebabkan butuh effort lebih besar sehingga pada 2024 (diprediksi) tidak terselesaikan," ungkap Wahyu di Jakarta, Minggu 21 Agustus 2022 lalu saat ditemui wartawan.
Wahyu juga mengatakan proyek bandara baru di Bali utara ini sudah masuk dalam Rencana Rencana Induk Bandar Udara yang sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan RI No 166/2019 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Kini, Bandar Udara Bali pun masih dalam proses pembangunan.
Berita Terkait
-
NasDem Totalitas Dukung Jokowi, Sikap Surya Paloh Cs Harus Disambut Kedewasaan Kalau Tak Mau 'Ditikung'
-
FX Rudy, Preman Megawati: Jadi Walkot Solo Tak Pernah Korupsi dan Jual Jabatan
-
Profil UNIBI, Kampus yang Karyawannya Viral Gegara Hina Jokowi di Medsos
-
Dua Petugas Partai 'Mbalelo', Rocky Gerung Sebut Power Megawati di PDIP Kian Melorot
-
Menpora Bertemu PSSI Bahas Penghentian Liga 2: Jokowi Minta Dicarikan Jalan Keluar
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
-
Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun