Wowon Erawan, pembunuh berantai atau serial killer, yang tertangkap saat meracun lima warga Ciketing Udik, Bantargebang, Bekasi diketahui telah menghabisi nyawa sembilan orang.
Pembunuhan dilakukan Wowon, bersama dua rekannya Duloh dan Dede Solehudin, terhadap 9 orang ini mulai dari Bekasi, Jawa Barat hingga Surabaya, Jawa Timur - meski polisi menduga masih ada korban lain yang tewas di tangan lelaki 60 tahun ini. Berikut daftar korban pembunuhan Wowon:
Siti
Siti, yang bekerja sebagai tenaga kerja di luar negeri, diyakini sebagai korban pertama Wowon. Perempuan asal Garut ini dibunuh dengan cara didorong ke laut. Menurut polisi, Siti dihabisi karena menagih hasil penggandaan uang kepada Wowon.
Wowon membunuh Siti dengan cara didorong ke laut saat mereka naik kapal dari Surabaya menuju Mataram, NTB. Wowon mengaku kepada Siti bahwa hasil penggandaan uang itu disimpan di Mataram.
Adapun yang mendorong Siti ke laut adalah Noneng, mertua Wowon. Belakangan, Noneng juga dibunuh oleh Wowon di Cianjur.
Farida
Korban kedua adalah Farida yang juga seorang TKW. Ia diduga dibunuh Wowon dengan cara diracun. Pembunuhan ini diduga masih berkaitan dengan penipuan yang dilakukan Wowon. Jenazah Farida dikubur di Cianjur.
Noneng
Ketiga adalah Noneng, yang sebenarnya dibunuh oleh Duloh alias Solihin atas perintah Wowon. Noneng, yang tak lain mertua Wowon, dibunuh dengan cara diracun. Noneng dibunuh dan dikuburkan di Cianjur.
Wiwin
Wiwin adalah istri Wowon dan anak Noneng. Ia dibunuh bersama ibunya dengan cara diracun. Wiwin dikubur di liang yang sama dengan Noneng.
Halimah
Selanjutnya adalah Halimah. Perempuan ini adalah istri siri Wowon. Ia dibunuh oleh Duloh dengan cara dicekik saat akan berobat ke Wowon di Cianjur.
Berbeda dari korban lainnya, Halimah dimakamkan di Cililin, kampung halamannya. Kepada keluarga korban, Duloh mengatakan Halimah meninggal karena sakit.
Ai Maimunah
Perempuan 40 tahun ini adalah istri Wowon dan putri dari Halimah. Keduanya menikah setelah Halimah dibunuh. Ai Maimunah dihabisi dengan cara diracun di Bekasi.
Bayu
Anak berusia 2 tahun ini adalah buah hati Wowon dan Ai Maimunah. Ia dibunuh oleh Duloh di Cianjur dan pembunuhan ini diketahui oleh Wowon. Bocah itu dibunuh pada akhir 2022 lalu dengan cara dicekik di dalam lubang yang sebelumnya sudah disiapkan sebagai kuburnya.
Belum diketahui apa alasan Duloh dan Wowon membunuh Bayu.
Ridwan
Ridwan adalah putra Ai Maimunah. Ia tewas diracun bersama ibu dan suadaranya yang lain, Riswandi di Bekasi.
Riswandi
Riswandi, juga anak Ai Maimunah, tewas di Bekasi karena diracun Wowon.
Sebenarnya ada satu lagi korban yang diracun oleh Wowon Cs. Ia adalah Neng Ayu Susilawati. Ia turut diracun di Bekasi, tetapi kini dirawat di rumah sakit. Anak berusia 5 tahun ini adalah putri dari Wowon dan Ai Maimunah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus