Koalisi Perubahan hingga kini belum juga mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden yang akan maju dalam Pilpres 2024. Hal ini diduga karena Partai Demokrat dan PKS masih belum sepakat terkait nama calon wakil Presiden yang akan mendampingi Anies.
Sehubung dengan hal tersebut, analisis politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Ali Armunanto menilai jika kini Demokrat dan PKS masih bernegoisasi terkait dengan pola pembagian kekuasaan.
Demokrat dan PKS ingin memastikan bahwa partainya masih memiliki kuasa ataupun kontrol terhadap koalisi, meskipun kadernya tidak dimajukan sebagai calon presiden.
"Nah, inilah yang paling penting sebenarnya karena kontrol ini tentu sangat berpengaruh pada kebijakan-kebijakan yang dibuat presiden nantinya," kata Ali.
Ali mengungkapkan jika kedua partai dalam Koalisi Perubahan tersebut masih bernegoisasi terkait jatah di kabinet. Lantaran hal tersebut akan menentukan kontrol di posisi apa Demokrat dan PKS akan diberikan.
"Apakah, misalnya, meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri BUMN, Menteri Perekonomian, dan lainnya," terang Ali.
Selain menginginkan posisi tersebut, ia menilai bahwa ada kemungkinan dua partai tersebut mengincar posisi Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Hukum dan HAM.
Diungkap oleh Ali, jika hal tersebut belum sepakat, maka akan menjadi batu sandungan bagi Koalisi Perubahan. Pahit-pahitnya, koalisi tersebut akan pecah.
"Karena jika tidak deal dari awal bisa menyebabkan pecahnya koalisi. Itu penyebabnya sehingga Demokrat dan PKS tak kunjung deklarasi," pungkas Ali.
Baca Juga: Indra Bekti Akhirnya Keluar dari RS Usai Alami Pendarahan Otak
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Beredar Breaking News NasDem Batal Usung Anies Jadi Capres, Benarkah?
-
Kalau Mau Karir Politik Berumur Panjang, Anies Perlu Ikuti Langkah Ridwan Kamil Masuk Partai
-
Sentil Menag Soal Usulan Biaya Haji Jadi Rp 69 Juta, Demokrat: Sadis! Ngiler Amat Sama Dana Umat
-
'Dia Merakyat, tapi...' Kala Refly Harun Heran Apa Prestasi Ganjar tapi Elektabilitas Moncer Terus
-
Soal Anies Disebut Bakal Jadi Boneka Amerika, Musni Umar Pasang Badan: Fitnah, Dia Pemimpin Sejak Pelajar!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Waspada Hujan Petir di Tanjungpinang, Senin 25 Mei 2026
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Update Harga Samsung Galaxy S Series Terbaru, Mana Flagship Paling Worth It?
-
Maarten Paes Tepis 2 Penalti: Saya Mempelajari Semua Tendangan Lawan
-
Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Pep Guardiola Pamit dari Etihad, Pesan Emosional Agar Standar Juara Manchester City Tak Turun