- Indonesia dan Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat di Jakarta, Kamis (12/2).
- Program ini bagian pendanaan berbasis hasil untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030 melalui kolaborasi kedua negara.
- Tiga periode sebelumnya telah menyalurkan Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat di 36 provinsi.
Suara.com - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust di Jakarta, Kamis (12/2). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara resmi meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat.
Peluncuran ini menjadi kelanjutan program fase ketiga yang dimulai pada Agustus 2025. Small Grant merupakan bagian dari skema pendanaan untuk mendukung target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 melalui kerja sama Indonesia–Norwegia dengan mekanisme Result-Based Contribution atau pendanaan berbasis hasil. Dana disalurkan Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
“Hari ini, dengan bangga bersama Minister Asmund Aukrust, saya meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat,” kata Raja Juli Antoni.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Norwegia dalam skema pendanaan berbasis hasil tersebut. Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan pemanasan global semakin nyata, sementara waktu untuk melakukan mitigasi kian terbatas sehingga kolaborasi internasional perlu diperkuat.
Hingga tiga periode pelaksanaan, Small Grant telah menyalurkan Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat di 36 provinsi, dengan total 31.512 penerima manfaat. Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif dan inklusif masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan iklim.
Penerima manfaat mencakup generasi muda, kelompok perhutanan sosial, hingga pegiat konservasi dan pelestarian alam.
Dalam kesempatan yang sama, Asmund Aukrust mengapresiasi komitmen Indonesia dalam melibatkan masyarakat dalam aksi iklim. Ia menegaskan bahwa krisis iklim merupakan persoalan global yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.
“Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikannya sendiri. Karena itu, kemitraan seperti antara Norwegia dan Indonesia menjadi sangat penting,” ujarnya.
Sejauh ini, Norwegia telah berkontribusi sebesar 216 juta dolar AS atas capaian Indonesia dalam menurunkan deforestasi. Aukrust menyebut fase keempat Small Grant menjadi bukti bahwa dukungan internasional harus menjangkau masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan.
Baca Juga: Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
Pada periode keempat, pengajuan proposal dibuka pada 12–19 Februari 2026 melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id dengan proses pendaftaran yang lebih mudah diakses.
Terdapat tiga tema utama yang dapat dipilih masyarakat, yakni FOLU Goes to School yang berfokus pada pelibatan generasi muda, FOLU Terra untuk peningkatan kesejahteraan berbasis lingkungan, serta FOLU Biodiversity yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui skema ini, Kementerian Kehutanan membuka ruang partisipasi publik lebih luas guna mendukung agenda mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat komitmen pencapaian target FOLU Net Sink 2030.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi