Pengamat politik Effendi Gazali menyebut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak akan melewati jalan mulus jika benar-benar maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.
Meskipun merupakan anak dari Presiden Joko Widodo, Effendi Gazali mengujarkan bahwa hal tersebut tidak membuat langkah Gibran di Pilgub mulus.
Sebelumnya, terdapat pernyataan yang menyebut jika Gibran akan dengan mudah mendapatkan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam Pilgub.
"Enggak, saya tidak akan dengan mudah menyatakan bahwa Gibran menang mudah. Jadi kalimatnya menjadi lucu ini, saya dengan tidak mudah menyatakan bahwa Gibran akan menang mudah karena dua hal," ujar Effendi seperti dikutip melalui tayangan kanal YouTube tvOneNews pada Senin (23/1/2023).
Effendi Gazali membeberkan dua alasan mengapa putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut tidak akan mendapat jalan mulus untuk maju dalam kontestasi.
Alasan pertama karena nasib Gibran bergantung pada hasil Pilpres.
"Pertama, kita menunggu hasil Pemilu Presiden pada 14 Februari 2024," terang Effendi.
Jika PDI Perjuangan bisa memenangkan pemilihan presiden maka kemungkinan besar Wali Kota Solo tersebut akan dengan mudah maju dalam Pilgub.
Namun, berbeda jika partai berlambang banteng tersebut menelan pil pahit kekalahan dalam kontestasi.
Baca Juga: Bunda Corla Gelar Konser Mega, Yuk Simak Perjalanan Karirnya Selama Ini
"Kalau kubu perubahan yang menang maka pada 14 Februari 2024, maka akan lebih susah bagi putra seorang presiden untuk melangkah maju menjadi gubernur," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
'Bisa Tarik Simpati Anak Muda' Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Politik Gibran yang 'Slengean'
-
Gibran Disebut Mudah Dapat Restu Megawati untuk Nyagub, Pengamat: Tergantung Hasil Pilpres 2024
-
CEK FAKTA: KPK Sita Rumah dan Tanah Milik Gibran Senilai Rp50 Miliar, Benarkah?
-
Asal Dapat Restu Megawati, Gibran Rakabuming Ngaku Siap Maju Pilgub: Saya Tuh Nunggu Perintah
-
Dampingi Kaesang Pangarep, Warganet Tegur Sikap Erina Gudono Saat Minum
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi