Beredar kabar mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyita rumah dan tanah senilai Rp50 miliar milik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kabar ini, disebutkan pula jika Presiden Joko Widodo sampai jantungan ketika mengetahui rumah dan tanah milik anaknya disita oleh lembaga rasuah tersebut.
Informasi mengenai penyitaan rumah dan tanah milik Gibran disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Agenda Politik pada Minggu (22/1/2023).
Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan narasi sebagai berikut.
"JOKOWI JANTUNGAN-KPK SITA RUMAH DAN TANAH MILIK GIBRAN SENILAI 50 M - BREAKING NEWS - AGENDA POLITIK."
"BREAKING NEWS. TAK PANDANG ANAK PRESIDEN! KPK SITA RUMAH DAN TANAH MILIK GIBRAN SENILAI 50 MILIAR."
Selain itu, dalam thumbnail video yang dibagikan, terlihat foto Gibran bersanding dengan beberapa anggota KPK yang sedang melakukan proses penyitaan rumah.
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran, klaim KPK menyita rumah dan tanah milik Gibran Rakabuming Raka senilai Rp50 miliar adalah tidak benar.
Faktanya, dalam video berdurasi 4 menit 54 detik ini hanya berisi beberapa potong video yang berbeda-beda dan tidak saling berkaitan. Sama sekali tidak ada penjelasan mengenai kabar KPK menyita rumah dan tanah milik Gibran.
Selain itu, terdapat pernyataan dari Rizal Ramli yang menyatakan pemerintahan di masa kini lebih parah ketimbang masa Orde Baru. Ia juga mempertanyakan sumber kekayaan dari adik Gibran, yaitu Kaesang Pangarep.
Terlepas dari isi video itu, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar KPK menyita rumah dan aset milik Gibran senilai Rp50 miliar.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar KPK menyita rumah dan tanah milik Gibran Rakabuming Raka senilai Rp50 miliar adalah keliru.
Berita Terkait
-
Romantisme Pengantin Baru! Kaesang Pangarep Ungkap Alasan Masak untuk Erina Gudono Meski Capek Pulang Kerja
-
Asal Dapat Restu Megawati, Gibran Rakabuming Ngaku Siap Maju Pilgub: Saya Tuh Nunggu Perintah
-
Ponsel Disita KPK, Ketua DPRD Jatim Kusnadi Aktif di Sosmed, Ucapkan Tahun Baru Imlek
-
Dampingi Kaesang Pangarep, Warganet Tegur Sikap Erina Gudono Saat Minum
-
Ditanya Soal Bulan Madu, Kaesang Pangarep Malu-malu Sampai Sembunyi di Belakang Istri
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mafia Masuk PTN Terbongkar: 3 Dokter Aktif di Jatim Jadi Otak Sindikat Joki UTBK Beromzet Miliaran
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa